Direktur PD Apotik Kudus, Perusahaan Ini Sudah On The Right Track

oleh -351 Dilihat

Kudus, isknews.com – Disebut sebut Perusda yang dipimpinnya diminta oleh beberapa elemen masyarakat dan LSM sebagai salah satu dari dua perusahaan daerah (PD Apotik Kudus  dan PD Percetakan Daerah) yang diminta untuk dilikuidasi atau direorganisasi secara manajemen , akibat sudah beberapa tahun ini tidak berhasil mencatatkan laba pada pembukuannya , Direktur PD Apotik Kudus, Chusni Mubaroq ditemui di kantornya (2/10)menanggapi hal tersebut menjelaskan “silahkan kalau ada pihak-pihak yang berkeingnan membubarkan perusda ini, karena apapun itu saya serahkan pada pimpinan, tapi apa tidak sayang ? karena sesungguhnya perjalanan akuntansi pembukuan perusaan ini sudah mulai on the track, hanya soal waktu saja (Untuk meraih laba perusahaan-red) ” jelasnya.

“Salah satu penyebab meruginya PD Apotik adalah karena adanya perubahan sistem, dahulu pendapatan kami 80 persen diperoleh dari seluruh pendapatan askes tapi semenjak adanya perubahan aturan utamanya terhadap pelayanan untuk obat, kalau dahulu ada pembagian porsi, bahwa bagi obat untuk pasien rawat jalan kami yang melayani sedangkan yang rawat inap yang melayani adalah Apotek Husada Farma, namun setelah dirubah jadi BPJS seluruh pelayanan obat ada satu atap di instalasi farmasi Rumah Sakit dan itu tidak dapat dikerjasamakan dengan apotik yang lain termasuk Apotik Kudus atau Apotik Pemda,  Sekarang ini yang bisa kami layani hanya pelayanan obat untuk penyakit kronis dan itu aturan dari kemenkes memang begitu, dahulu tagihan kami ke PT. Askes hingga mencapai angka Rp. 500 juta hingga  600 juta perbulan, sekarang dengan kebijakan baru tagihan kami ke BPJS Kesehatan hanya di kisaran angka 15 juta perbulan itupun kami hanya kebagian pada program PRB atau Pelayanan Rujuk Balik”. Jelas Mubarok.

Ketika ditanya bagaimana kemudian PD Apotik dalam rangka mentreatmen kondisi yang tidak menguntungkan ini, pihaknya menjelaskan bahwa “upaya kami salah satunya kami membuka cabang di Kecamatan itu sebagai cara upaya jemput bola kepada masyarakat dan dalam rangka berlakunya undang undang JKN. Jadi salah kalau ada anggapan bahwa kerugian PD Apotik Kudus akibat membuka outlet outlet apotek di kecamatan Kecamatan tersebut, karena itu nilainya tidak seberapa.” tambahnya.

“Treatmen selanjutnya kami juga sudah membangun Klinik, Klinik pelayanan Pratama yang kami bangun ini juga kami kerjasamakan dengan BPJS dan mulai tanggal 1 Oktober klinik kami membuka layanan praktek janung satu-satunya di Kudus, klinik ini adalah cara kami memperoleh pendapatan tambahan bagi kelangsungan Apotek karena keduanya bisa saling disinergikan, bayangkan, perusahaan ini sebelumnya hidup dari regulasi, proteksi dan monopoli-monopoli obat, dan semenjak saya memimpin perusahaan ini, memang kebetulan semua regulasi itu dicabut dan kami hidup full bersaing dengan segala aspek bisnis yang riil, tanpa adalagi regulasi dan proteksi bahkan beban pajak yang belum terhitung pada kepemimpinan sebelumnya tahun 2009 dan 2010 menjadi beban tanggungan kami yang berupa 40 persen dari laba kotor  yang  ternyata dulu belum dihitung, dulu kami memperoleh predikat WDP oleh BPK tapi tahun 2014 kami sudah memperoleh WTP” Terangnya.

“Tahun ini kami memang belum berhasil mencatatkan laba, tapi kiat-kiat menuju pencapaian yang optimal telah terlihat, seperti saat ini kami akan segera menyelenggarakan pengadaan obat untuk penyakit kronis dengan system e-katalog karena untuk penyakit kronis perusahaan kami di perkenankan untuk menyelenggarakan pengadaannya, terkait suntikan dana yang diberikan oleh Pemkab pada perusahaan kami tidak ada masalah karena problem kami bukan soal permodalan, karena modal masih ada dan tersimpan baik di bank, jadi ini murni problem perubahan sistem regulasi penyelenggaraan obat dan kewenangan atas pengadaan obat sebagai komodiatas yang kami usahakan, SDM sudah kami  juga sudah kami persiapkan dengan baik terutama untuk spesialisasi farmasi atau apoteker, dan terakhir negoisasi dengan BPJS sudah terjalin dan kami sudah memperoleh porsi yang saya anggap cukup atas penyelenggaraan obat dari BPJS, jadi Insya Allah perusahaan kami sudah on the track dan kami siap bekerja optimal untuk dapat mencatatkan laba kembali pada operasional dan pembukuan perusahaan ini”. Jelas sang Direktur (YM/ES)