Disangka Barang Rongsokan, Satu Granat Sempat Dibanting

oleh -410 Dilihat
oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Kepanikan sempat dirasakan Solikin, penemu granat di Dukuh Bareng, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Selasa (14/11/2017) kemarin. Kala itu karena penasaran dan mengira benda yang ditemukan adalah rongsokan biasa, satu granat sempat dibantingnya.

“Saya penasaran dengan lima benda yang ada di dalam drum. Satu benda saya banting tapi tidak menimbulkan efek apa-apa,” cerita Solikin, Rabu (15/11/2017).

Solikin yang merupakan pengrajin pisau awalnya membeli drum bekas di tempat Rusli pedagang rosok langganannya di Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo. Namun saat dibongkar dan hendak diolah menjadi pisau ditemukan lima buah benda tidak dikenal yang ternyata granat.

Foto: Solikin, penemu granat di Dukuh Bareng, Desa Hadipolo, Kec. Jekulo. (Dok. Isknews.com)

“Sorenya adik saya datang untuk mengecek benda apa itu sebenarnya. Ternyata dikatakan kalau benda tersebut mirip granat yang biasa digunakan militer,” tuturnya.

Karena diduga granat adik Solikin kemudian melaporkan hal itu pada tetangganya, Peltu Sopi’i yang merupakan Babinsa Koramil Gebog kemudian diteruskan ke Koramil Jekulo untuk mengumpulkan keterangan.

Terpisah Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo menjelaskan, granat yang ditemukan adalah granat asap yang tidak berbahaya. “Granat itu hanya mengeluarkan asap saja, tidak meledak,” ujarnya kepada sejumlah awak media saat ditemui di Makodim, Rabu (15/11/2017).

Dijelaskan lebih lanjut, granat yang ditemukan jenis GT-6 AR CN lot no: 2/94 buatan Pindad sebanyak lima buah, dengan kondisi empat baik dan satu rusak. Kerusakan disebabkan karena penemu (Solikin) mencongkel kepala granat akibat rasa penasarannya.

Saat ini granat diamankan untuk proses lebih lanjut. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kepolisian, untuk bersama melakukan penyelidikan. (MK)

No More Posts Available.

No more pages to load.