Kudus, isknews.com — Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus (Dispertan) Kudus menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadan 2026. Komitmen itu diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar rutin setiap bulan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispertan Kudus, Ari Mulyani Mustikaningtyas, mengatakan GPM menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Gerakan pangan murah ini memang rutin kita laksanakan setiap bulan sekali. Untuk tahun ini baru dimulai di bulan Februari dan nanti jelang Idul Fitri rencananya kita laksanakan lagi di minggu pertama bulan Maret,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Dalam GPM tersebut, Dispertan menyediakan sejumlah komoditas strategis dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya beras premium dijual Rp 63.000 per 5 kilogram dari harga pasar Rp 70.000–Rp 73.000, beras SPHP Rp 58.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp 16.000 per kilogram dari harga pasar Rp 17.500, serta minyak goreng Rp 15.000 per liter dari harga pasar Rp 17.500.
Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan dibuka. Beras premium sebanyak 2 ton habis dalam waktu sekitar 30 menit. Sementara 3 ton beras SPHP ludes dalam satu jam. Gula pasir 1 ton, telur 500 kilogram, serta minyak goreng juga cepat terjual.
“Animo masyarakat sangat tinggi. Beras 2 ton habis setengah jam, beras SPHP 3 ton satu jam sudah habis. Gula dan telur juga langsung habis dalam waktu singkat,” katanya.
Selain menyediakan sembako murah, GPM juga diramaikan pelaku UMKM lokal. Sebanyak 40 UMKM olahan pangan dan pangan segar turut membuka stan, mulai dari sayuran, ikan segar hingga produk olahan khas Kudus.
“Kita juga memfasilitasi UMKM untuk mempromosikan produk mereka. Total ada 40 UMKM yang ikut setiap kegiatan. Karena jumlah UMKM lebih dari 60, kita buka pendaftaran di awal pekan dan yang cepat mendaftar bisa ikut,” terangnya.
Terkait perkembangan harga jelang Ramadan, Ari menyebut sebagian besar komoditas di Kudus masih relatif stabil. Namun, cabai rawit merah mengalami kenaikan.
“Cabai rawit merah memang ada kenaikan. Di beberapa daerah sudah Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram. Di Kudus masih sekitar Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram. Naik, tapi masih terkendali,” ungkapnya.
Dispertan memastikan GPM kembali digelar pada awal Maret sebagai upaya lanjutan menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri. (YM/YM)











