Sensus Ekonomi 2026 di Kudus Belum 100 Persen, BPS Masih Kejar Data yang Tertinggal

oleh -1540 Dilihat
Kepala BPS Kabupaten Kudus Eko Suharto. (Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Target pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kudus belum sepenuhnya tuntas. Hingga batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus mencatat capaian sebesar 97,6 persen.

Artinya, masih terdapat sekitar 2,4 persen data yang belum berhasil dihimpun. Meski jadwal pendataan telah berakhir, petugas BPS Kudus masih turun ke lapangan untuk menuntaskan sejumlah responden yang belum terjangkau.

Kepala BPS Kabupaten Kudus Eko Suharto mengatakan, data yang tersisa tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Kota, Bae, Kaliwungu, dan Jati.

”Memang dari sisi jadwal kita diminta selesai di 31 Agustus. Kita berupaya menyelesaikan. Kalau dari sisi penyelesaian, masih ada beberapa yang memang harus dikunjungi. Secara capaian kita sudah di 97,6 persen,” katanya.

Dari sejumlah wilayah tersebut, Kecamatan Kota menjadi salah satu kawasan yang masih mendapat perhatian petugas. Kendala utama yang dihadapi adalah sulitnya menemui responden, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan perumahan.

”Untuk yang masih agak banyak, itu di kota, terutama di Kecamatan Kota. Karena memang agak susah ditemui. Termasuk yang di perumahan barangkali. Tapi tidak terlalu banyak, semoga tinggal beberapa lagi,” jelasnya.

Eko menegaskan, berakhirnya batas waktu pendataan tidak serta-merta menghentikan proses penyelesaian di lapangan. Petugas masih melakukan kunjungan untuk melengkapi data yang belum diperoleh sekaligus memastikan data yang telah dikumpulkan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

BPS juga melakukan pemeriksaan terhadap data yang masuk. Apabila ditemukan anomali atau informasi yang membutuhkan konfirmasi, petugas dapat kembali mendatangi responden.

”Kalau ada sekiranya anomali, ada data yang harus dikonfirmasi, maka kita bisa berkunjung lagi ke responden,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang merasa belum didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026, BPS Kudus masih membuka ruang pelaporan. Masyarakat dapat menyampaikan informasi tersebut melalui tautan yang disediakan BPS melalui media sosial maupun laman resminya.

Menurut Eko, data yang sudah berhasil dikumpulkan tidak harus menunggu seluruh proses pendataan selesai untuk dikirimkan ke pusat. Setiap data yang telah disubmit oleh petugas melalui aplikasi secara otomatis masuk ke sistem pusat.

”Begitu sudah submit, sudah terkirim. Langsung terkirim ke pusat,” katanya.

Meski demikian, BPS Kudus saat ini belum dapat mengungkap gambaran sektor usaha yang diperoleh dari pendataan tersebut. Termasuk mengenai kondisi ekonomi kreatif maupun aktivitas ekonomi berbasis digital di Kabupaten Kudus.

Eko menjelaskan, data yang telah dihimpun saat ini masih berupa data mentah. Pengolahan, tabulasi, hingga penyusunan hasil statistik dilakukan melalui proses selanjutnya di tingkat pusat.

”Masih mentah. Masih mentah banget,” ungkapnya.

Karena itu, masyarakat masih harus menunggu hingga proses pengolahan selesai untuk mengetahui gambaran lengkap hasil Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kudus.

BPS Kudus juga belum memperoleh kepastian mengenai jadwal resmi publikasi hasil sensus tersebut.

”Kita belum ada informasi kapan untuk rilis publikasinya. Memang belum dapat jadwalnya,” tandasnya.

BPS Kudus kini masih berupaya mengejar sisa pendataan agar capaian Sensus Ekonomi 2026 dapat mencapai 100 persen. Penyelesaian data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Kudus. (YM/YM)