Djarum Foundation Buka Peluang Gelar Kejurnas Bela Diri di Kudus

oleh -599 Dilihat
President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Setelah sukses menjadi tuan rumah PON Bela Diri 2025, Djarum Foundation membuka peluang untuk menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) cabang olahraga bela diri di Kudus pada masa mendatang. Hal itu disampaikan oleh President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, dan Ketua Panitia PON Bela Diri 2025, Ryan Gozali, dalam konferensi pers di Kudus, Rabu (15/10/2025).

Ketua Panitia PON Bela Diri 2025, Ryan Gozali, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan ajang yang telah berlangsung selama tiga hari. Sejumlah cabang olahraga seperti taekwondo, gulat, judo, dan tarung derajat berjalan baik dan mendapat apresiasi tinggi dari peserta maupun federasi.
“PON Bela Diri ini berjalan sangat lancar. Cabang taekwondo sudah selesai, dan kami mendapat banyak apresiasi dari federasi. Bahkan, beberapa di antaranya menawarkan agar ke depan Kejurnas bisa digelar di Kudus, di Djarum Arena,” ungkap Ryan.

Ia menambahkan, saat ini beberapa arena tengah disiapkan untuk cabang pencak silat, yang akan mulai dipertandingkan setelah cabang sebelumnya rampung. “Secara umum, semua berjalan cukup smooth tanpa kendala berarti,” ujarnya.

Sementara itu, President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, menyambut positif peluang Kudus menjadi tuan rumah Kejurnas. Menurutnya, Djarum Foundation siap bekerja sama dengan berbagai federasi olahraga jika waktu dan fasilitas memungkinkan.
“Nantinya kami akan berbicara dengan pengurus cabang olahraga. Kalau waktunya cocok, fasilitasnya memadai, dan kami dianggap mampu, tentu kami siap bekerja sama. Kami memang beritikad untuk mengundang lebih banyak orang datang ke Kudus dan memajukan sport tourism di daerah ini,” jelas Victor.

Victor juga menilai, Kudus memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan olahraga nasional, terutama di cabang bela diri seperti pencak silat dan wushu, yang terbukti berprestasi di ajang SEA Games.
“Kedua cabang itu menarik sekali. Sayangnya saya hanya bisa menyaksikan pencak silat sebentar sebelum ke Semarang, tapi saya sangat antusias dengan potensi mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Victor menjelaskan bahwa Djarum Foundation akan fokus pada pengembangan kompetisi usia dini di tingkat lokal dan regional, khususnya di Kudus, Pati, dan Rembang.
“Kami ingin anak-anak di daerah sekitar Kudus lebih aktif berkompetisi agar kemampuan mereka meningkat. Kalau untuk skala nasional, tentu perlu disesuaikan dengan kapasitas dan kesiapan yang ada,” katanya.

Meski demikian, Victor menegaskan bahwa Djarum Foundation tidak berencana membentuk akademi bela diri seperti halnya badminton. “Kami hanya memiliki akademi di badminton. Untuk cabang lain, kami lebih cocok menjadi sponsor dan pendukung kegiatan turnamen. Intinya, kami ingin membantu agar anak-anak di Kudus tidak malas bergerak dan semakin gemar berolahraga,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :