DKI Jakarta dan Jawa Tengah Bersaing Ketat di Hari Pembuka PON Bela Diri Kudus 2025

oleh -805 Dilihat
Foto: Atlet Jawa Tengah saat laga perdana ajang bergengsi tersebut, Minggu (12/10) pagi, di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus. Foto: ist.

Kudus, isknews.com – Persaingan sengit antara kontingen DKI Jakarta dan Jawa Tengah langsung tersaji di hari pembuka PON Bela Diri Kudus 2025. Kedua provinsi tersebut tampil impresif pada cabang olahraga judo dan taekwondo yang menjadi laga perdana ajang bergengsi tersebut, Minggu (12/10) pagi, di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus.

Di cabang taekwondo, sebanyak 160 atlet dari berbagai provinsi memperebutkan medali pada 111 partai yang mempertandingkan dua nomor, yakni Poomsae (jurus) dan Kyorugi (pertarungan). Laga pembuka kelas welter under 80 kg putra langsung menghadirkan duel panas antara taekwondoin DKI Jakarta, Dhimas Prasetyo Wibowo, melawan wakil Jawa Barat, Zuhdan Alghiefar.

Pertarungan berlangsung ketat sejak ronde pertama. Dhimas unggul 8–4 di awal laga, sempat tertinggal di ronde kedua, namun akhirnya mampu membalik keadaan dengan kemenangan dramatis 11–8 di ronde penentuan. “Bagi saya, pertandingan pertama justru paling ketat, rasanya seperti final. Tapi saya percaya dengan kemampuan sendiri, dan itu kuncinya,” ujar Dhimas usai pertandingan.

Momentum kemenangan Dhimas terus berlanjut hingga babak semifinal dan final. Ia akhirnya mempersembahkan medali emas untuk DKI Jakarta setelah menundukkan taekwondoin Kalimantan Timur, Valdo Caesar Nurzy V, dengan skor meyakinkan 2–0.

Sementara di cabang judo, Jawa Tengah berhasil tampil gemilang lewat duet Cynthia Trubus Octaviani dan Lie Grace Nathalia Tedjawijaya yang menguasai kategori Ju No Kata (seni gerakan judo putri). Pasangan ini meraih skor tertinggi 370,5, mengungguli wakil Bali dan Jawa Barat.

“Kunci kemenangan kami adalah latihan intensif dan fokus memperbaiki setiap detail gerakan. Kami ingin menunjukkan bahwa judo bukan hanya tentang kekuatan, tetapi juga seni dan presisi,” ujar Cynthia seusai pertandingan.

Adapun pada kategori Nage No Kata (seni gerakan judo putra), Jawa Barat tampil sebagai juara lewat pasangan Ahmad Arya Pandawa dan Rafialy Rachmadana dengan skor 365,5, disusul Jawa Tengah di posisi kedua dan Sumatera Utara di peringkat ketiga.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PJSI, Regina Lefrandt Vega, menyebut antusiasme tinggi para atlet di hari pembuka menjadi sinyal positif bagi kesuksesan penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025.

“Event ini merupakan sejarah baru karena untuk pertama kalinya berbagai cabang bela diri dipertandingkan dalam satu arena. Ini menunjukkan semangat persatuan dan sportivitas antarinduk organisasi bela diri Indonesia,” jelasnya.

PON Bela Diri Kudus 2025 merupakan kolaborasi antara KONI Pusat, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus. Event ini juga mendapat dukungan penuh dari sejumlah sponsor nasional, di antaranya Blibli, Polytron, Caffino, dan tiket.com.

Seluruh pertandingan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube PONBelaDiri, TVRI, serta layar raksasa di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, memungkinkan masyarakat luas ikut merasakan semangat kompetisi dan persaudaraan para atlet bela diri terbaik Indonesia. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :