Kudus, isknews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus melalui bidang Pencegahan dan pengendalian penyakit, menggelar Sosialisasi pencegahan penyakit Campak & Rubella dalam acara “Workshop Kampanye Imunisasi MR ( Measles Rubella)” di Hotel Hom Kudus, Selasa (11/4/2017).
Sedikitnya 74 petugas puskesmas, bidan yang masih dalam lintas sektor (linsek) dan lintas program (Linpro) terkait se Kabupaten Kudus hadir dalam workshop ini.
“Kegiatan tersebut dalam rangka mensukseskan program pemerintah untuk menyehatkan anak – anak Indonesia terbebas dari penyakit Campak – Rubella, selain itu, sosialisasi menyambut bulan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) yang akan berlangsung pada bulan Agustus dan September mendatang.” Jelas Hikari Widodo, Kabid, Pencegahan dan pengendalian penyakit, Dinas Kesehatan Kudus.
“Sosialisasi ini juga untuk memastikan bahwa sarana prasarana, alat untuk menyimpan vaksin memenuhi syarat, kesiapan dari para dokter yang menangani, juga pengecekan kebutuhan untuk memenuhi perlengkapan terkait imunisasi.” Ungkapnya
Hikari saat ditemui isknews.com disela sela acara menjelaskan, Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara masal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.
“Pentingnya pencegahan bahaya penyakit Campak & Rubella, dikarenakan Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.” Lanjutnya
Disinggung siapa saja yang mendapatkan imunisasi kampanye MR, Hikari menjawab, “Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan usia kurang dari 15 tahun selama kampanye Imunisasi MR bulan Agustus – September 2017.” Ungkapnya
Masyarakat bisa mendapatkan Kampanye Imunisasi MR diberbagai tempat yang ditunjuk, seperti posyandu, puskesmas, sekolah dan lain nya, adapun waktunya, pada bulan agustus, Imunisasi MR diberikan untuk anak usia Sekolah 7 tahun s.d <15 tahun (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat), “Kalau ada yang sudah berusia 15 tahun bersekolah di SMU/sederajat harus juga ya diberikan imunisasi MR.” Imbuhnya
Selanjutnya, pada bulan September, Imunisasi MR diberikan untuk Bayi Usia 9 bulan s.d anak usia <7 tahun dilaksanakan di Posyandu, Puskesmas dan Sarana Pelayanan Kesehatan lainnya.
Dirinya menjelaskan, Rubella biasanya berupa penyakit ringan yang menyerang pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan.
Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, lanjut hikari, namun penyakit ini dapat dicegah, karena Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus.
Hikari kepada masyarakat terutama ibu, untuk melalukan antisipasi sejak dini, karena imunisasi ini tidak dipungut biaya alias gratis, “Ayo Imunisasi, lindungi buah hati Anda dari kesakitan, kecacatan, dan kematian karena penyakit Campak dan Rubella.” Pungkasnya (AJ/isknews.com)







