Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Upaya Spiritual PKB Atasi Pandemi

oleh

Kudus, isknews.com – Ratusan anak yatim dengan didampingi wali atau pendampingnya, pagi hingga siang tadi berkumpul di Gedung DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus, kehadiran mereka diundang oleh pengurus PKB untuk hadir dalam acara Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim.

Dipimpin oleh ketua DPC PKB Kudus, Mukhasiron, anggota DPR asal PKB dari Dapil Jateng 2 Kudus, Demak Jepara yang juga wakil ketua komisi XI Fathan Subchi, para pengurus harian, angggota DPRD Kabuapeten dan Provinsi Asal PKB serta hadir pula ketua PC Nahdhatul Ulama Kudus, H. Asyofi Masitho, Minggu (09/08/2020).

Mukhasiron, ketua DPC PKB dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menyongsong bulan Muharam sekaligus juga untuk mendoakan agar pandemi corona segera berlalu.

“Doa bersama dan santunan anak yatim ini, sekaligus juga mendoakan Abdul Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum PKB agar terhindar dari segala fitnah, serta doa keselamatan bangsa dan negara, doa untuk terhindar dari bencana,” kata dia.

Sementara itu, Fathan Subhi ditempat yang sama mengatakan, PKB ikut mendoakan pemerintah supaya semua langkah-langkah yang dikeluarkan pemerintah dalam mengantisipasi pandemi berjalan dengan lancar dan masuk dalam koridor Pemulihan Ekonomi Nasional.

Anggota DPR asal PKB Fathan Subchi dan ketua DPC PKB Kudus Mukhasiron (Foto: YM)

“Karena bagaimanapun, Pandemi yang sudah berlangsung lebih 4 bulan ini, rakyat sudah mulai merasakan kelelahan. Dengan doa bersama ini kita harapkan gerak langkah yang dilakukan diridhoi,” terang dia.

Doa bersama anak yatim menurutnya dilakukan karena disamping langkah-langkah zahir yang sudah dilakukan juga perlu diimbangi dengan langkah-langkah spiritualitas atau langkah batin.

“Agar PKB yang juga partai pendukung pemerintah ini dapat melakukan sinergi untuk bersama-sama memberikan solusi solusi bersama pemerintah,” tuturnya.

Saat disinggung terkait kondisi negara yang berada dalam jurang resesi ekonomi, Fathan mengatakan, yang terjadi saat ini posisi Indonesia secara ekonomi masih lebih baik dari sejumlah negara.

“Saya kira kita lebih baik dari negara-negara lain, kalau kita belajar dari Eropa Uni Eropa, Hongkong dan Singapura misalnya kondisi mereka lebih buruk dari kita. Bahkan Singapura pertumbuhan ekonominya minus 5 persen. Ssementra kita kemarin menurut survai BPS kan masih diangka 5,4 persen,” tandasnya.

Mneurutnya tudingan bahwa Indonesia mengalami resesi harus dilihat dengan kacamata yang bijaksana.

“Kalau Singapura kan memang negeri jasa, sehingga tak ada sektor lain yang akan menopang situasi ekonomi yang merosot. Kalau kita masih ada Agro dan sebagainya. Bahkan PDB pertanian kita kan juga naik,” tandas Fathan. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :