Dosen UMKU Dampingi IRT Produk Herbal, Tingkatkan Efisiensi Produksi dan Pemasaran Digital

oleh -610 Dilihat
Tim dosen UMKU saat pelaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di Industri Rumah Tangga (IRT) Uniq Food, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, (Foto: PKM UMKU)

Kudus, isknews.com – Tim dosen Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melaksanakan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di Industri Rumah Tangga (IRT) Uniq Food, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus.

Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi ramuan herbal berbasis rimpang serta memperkuat strategi pemasaran digital bagi mitra usaha lokal.

IRT Uniq Food selama ini dikenal mengolah rempah dari lereng Muria menjadi produk herbal yang kaya manfaat. Namun, proses produksi masih terkendala lamanya pengeringan bahan baku yang hanya mengandalkan panas matahari, sementara strategi pemasaran juga belum optimal. Akibatnya, kapasitas produksi dan nilai jual produk masih relatif rendah.

Melihat permasalahan tersebut, tim dosen UMKU yang terdiri atas Zaenal Fanani, S.Farm., Apt., M.Sc., Fifi Endah Irawati, S.E., M.M., dan Nunung Agus Firmansyah, S.T., M.T., bersama dua mahasiswa pendamping, Adriyan Yudhistira dan Rizki Adi Setiyawan, memberikan pendampingan intensif sejak 9 Agustus hingga 20 September 2025. Kegiatan berlokasi di rumah produksi IRT Uniq Food.

Koordinator tim, Zaenal Fanani, S.Farm., Apt., M.Sc., menegaskan bahwa program ini menjadi bentuk nyata kontribusi UMKU dalam memberdayakan potensi lokal.

“Produk Ramuan Rimpang Samawa tidak hanya harus lebih cepat diproduksi, tetapi juga perlu diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat,” katanya.

Zaenal menjelaskan bahwa dalam pelatihan, tim dosen tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata.

“Dalam sesi pelatihan kami memperkenalkan penggunaan alat pengering berbasis gas untuk mempercepat proses produksi rempah. Selain itu, kami juga memberikan pendampingan pemasaran digital agar mitra mampu memanfaatkan e-commerce, media sosial, hingga YouTube untuk memperluas jangkauan produk.” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendampingan ini tidak berhenti pada transfer teknologi semata, melainkan juga menyentuh penguatan manajemen usaha.

“Kami ingin mitra mampu mandiri dalam mengelola produksi, menjaga kualitas sesuai standar CPOTB, sekaligus adaptif terhadap perkembangan pasar digital,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zaenal menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah melalui hibah penelitian dan pengabdian.

“Program PKM ini adalah bagian dari hibah yang diterima UMKU dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun 2025. Melalui program ini, kami ingin memastikan hasil penelitian dosen dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.

Ia juga berharap keberhasilan IRT Uniq Food bisa menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kecil lainnya di Kudus.

“Ke depan, kami ingin model pendampingan ini dapat direplikasi oleh usaha sejenis. Dengan begitu, potensi lokal benar-benar bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Dengan pendampingan lintas disiplin ilmu ini, UMKU berharap IRT Uniq Food semakin berkembang dan dapat menjadi contoh pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal di Kudus. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.