Kudus, isknews.com – Dualisme kepengurusan yang terjadi di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dinilai menjadi salah satu faktor penyebab merosotnya perolehan kursi partai tersebut di parlemen.
Kondisi internal yang tidak solid membuat konsolidasi partai di berbagai daerah menjadi tidak maksimal.
Hal itu disampaikan Bendahara Umum DPP PPP, Imam Fauzan Amir Uskara, saat membuka Muscab tiga Kabupaten yakni Kudus, Jepara dan Demak di Hotel Horison, Kudus, Minggu (26/4/2026).
Ia menilai dinamika internal yang berkepanjangan memberikan dampak besar terhadap kinerja partai, terutama dalam menghadapi Pemilu 2024.
Menurutnya, konflik kepengurusan di tingkat pusat hingga daerah membuat fokus kader terpecah, sehingga upaya pemenangan pemilu tidak berjalan optimal.
Padahal, ukuran kekuatan partai politik salah satunya ditentukan dari jumlah kursi yang berhasil diraih di lembaga legislatif.
“Besarnya sebuah partai diukur dari berapa kursi yang dimiliki di DPR. Kalau kursi kita banyak, maka partai akan dianggap besar,” ujarnya dalam kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) PPP.
Ia mengakui bahwa untuk pertama kalinya PPP tidak memiliki wakil di DPR RI setelah hasil Pemilu 2024.
Kondisi tersebut membuat partai berlambang Ka’bah itu harus menerima kenyataan menjadi “penonton” ketika partai lain menyalurkan berbagai program bantuan pemerintah melalui wakilnya di parlemen.
Situasi tersebut, kata dia, harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh kader PPP agar lebih solid dan fokus membangun kembali kekuatan partai menjelang Pemilu 2029.
Imam Fauzan juga mengingatkan kader agar tidak terus-menerus memperbesar dinamika internal yang terjadi di tingkat pusat.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi, namun tidak boleh sampai mengganggu konsolidasi di daerah.
Ia meminta seluruh pengurus dan kader PPP untuk lebih fokus memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah, termasuk melengkapi kepengurusan di tingkat cabang dan anak cabang sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan verifikasi faktual partai politik.
“Kita harus fokus konsolidasi dan memperkuat struktur partai. Jangan sampai energi kita habis untuk konflik internal,” tegasnya.
Melalui Musyawarah Cabang yang digelar serentak di sejumlah daerah, PPP berharap dapat memperkuat kepengurusan di tingkat cabang serta menyiapkan langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan partai pada Pemilu 2029. (YM/YM)






