Kudus, isknews.com – Program Desa Sejahtera Astra (DSA) Pattimura Kudus mengawali penanaman 1.000 bibit nanas di kawasan lereng Muria, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (24/10/2024). Bibit nanas ini merupakan bagian dari bantuan DSA sebagai bentuk kepedulian Astra terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
Acara penyerahan secara simbolis dilaksanakan pada Kamis (24/10) di Pijar Park Kudus, dimana lokasi Koperasi Muria Raya Sejahtera berada. Turut hadir dalam cara tersebut, perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), para petani dan perwakilan dari berbagai desa binaan DSA di lereng Muria.

Ketua Tim Fasilitator, Indi Fidelia, melalui fasilitator DSA Pattimura Kudus Rubiyanti menjelaskan bahwa dari total 5.000 bibit yang direncanakan, penyerahan kali ini diserahkan 1.000 bibit untuk tahap awal. “Kami ingin melihat desa binaan yang benar-benar tertarik sebelum melanjutkan pembagian bibit secara menyeluruh,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa ada 12 desa yang menjadi sasaran, dengan 7 desa yang sudah dipastikan akan menerima bibit tersebut, di antaranya Rahtawu, Kajar, Ternadi, Menawan, Japan dan lainnya.

Bibit yang diberikan adalah varietas Smooth Cayenne, yang dikenal sangat cocok untuk kebutuhan ekspor karena memiliki daya tahan lama. “Selain buahnya, daun dan kulit nanas juga memiliki banyak manfaat,” ujar Rubiyanti,
Ia menekankan pentingnya potensi pengembangan produk olahan dari nanas di Kudus. Program ini didukung penuh oleh CSR Astra, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan desa melalui berbagai inisiatif pengembangan ekonomi.
Desa Sejahtera Astra Kudus sendiri menjadi pemenang nasional dari 1.169 desa se-Indonesia dalam ajang KBA-DSA Innovation Award 2024 di Hotel The Langham Jakarta, Jumat malam (30/8/2024) beberapa waktu lalu. Prestasi ini diraih berkat inovasi di bidang pertanian dengan tema “Inovasi Olahan Kopi Muria Intip Pasar Dunia”.
Selain sebagai komoditas ekonomi, nanas juga berfungsi ekologis karena dapat membantu mengatasi masalah tanah longsor di lereng Muria. “Nanas tidak memerlukan banyak air, sehingga mudah dalam pemeliharaannya dan juga bermanfaat untuk konservasi lahan,” tambah Rubiyanti.
Yanti berharap program ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif. “Ini adalah langkah awal menuju pengembangan pertanian nanas yang lebih besar di Kudus, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan,” ujarnya.
Diketahui, Program Desa Sejahtera Astra ini memang dirancang untuk berkelanjutan dan berfokus pada kesejahteraan jangka panjang masyarakat desa.
Rubiyanti menegaskan bahwa jika peluang ekspor nanas ini memungkinkan, pihaknya tidak akan ragu untuk memanfaatkannya demi kemajuan ekonomi petani lokal. “Kalau peluang ekspor bisa, kenapa tidak kita ambil,” tutupnya dengan optimis.
Sementara itu, Ketua Kluster Pertanian Astra Jateng, Fari berharap penanaman nanas ini menghasilkan produk yang luar biasa, dengan hasil panen mencapai tonase yang signifikan.
Wilayah di lereng Muria, lanjut Fari, menghasilkan beragam tanaman, seperti Ternadi yang menghasilkan alpukat, Japan dengan jeruk pamelo, dan Menawan yang menghasilkan jambu, lalu kini merambah ke potensi nanas yang daya tariknya luar biasa.
Hasil dari buah nanas sangat bervariasi, mulai dari buah hingga daun yang bisa diolah menjadi beragam produk bernilai tinggi, diantaranya inovasi selain Serat Daun Nanasnya, ada Teh Kulit Nanas, Tiwul Nanas, Dimsum saus Nanas, Sambel Nanas dan lainnya, “Kita sudah punya pasar (hilir), tinggal memperkuat bagian hulunya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa persiapan ekspor sudah dilakukan, dengan pameran di Jakarta bulan lalu yang membuka peluang untuk mengekspor produk nanas ini ke Libya pada tahun 2025. Buyer potensial dari Libya pun sudah memberikan penawaran sekaligus kesempatan untuk kita menjadi peserta pameran di negara tersebut.
Penanaman nanas ini, selain bertujuan untuk membuka pasar dan menciptakan produk-produk unggulan, juga memiliki manfaat ekologis, seperti mencegah longsor. Nanas tidak membutuhkan banyak air dan mudah dalam pemeliharaannya, sehingga menjadi pilihan ideal bagi petani di lereng Muria.
Fari berharap, ke depannya Koperasi Muria raya ini bisa menjadi kurator bagi produk UMKM di kawasan Muria dan mendorong penguatan pada produk produk unggulan.
Dengan harapan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antar berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan program ini. (AS/YM)








