Kudus, isknews.com – Proses ekskavasi fosil di Situs Ngasinan kembali membuahkan hasil. Sebuah gading Stegodon berhasil dievakuasi ke Museum Situs Purbakala Patiayam setelah ditemukan oleh warga Desa Terban. Penemuan ini sekaligus menambah koleksi penting museum dan memperkuat catatan keberadaan fauna purba di kawasan Pegunungan Muria.
Koordinator Museum Situs Purbakala Patiayam, Jamin, menjelaskan bahwa fosil tersebut pertama kali ditemukan oleh warga bernama Munakin (49) sekitar dua bulan lalu. Saat itu, Munakin yang tengah menanam jagung menemukan benda keras menyerupai batu. Setelah dilaporkan dan dicek oleh tim museum, benda tersebut dipastikan merupakan gading Stegodon Trigonochepalus berusia antara 750.000 hingga 1.500.000 tahun.
“Panjang gading mencapai 1,5 meter dan ditemukan di kawasan Situs Ngasinan. Jenis Stegodon ini lebih tua dibandingkan gajah purba Elephas yang hidup pada masa Pleistosen akhir,” jelas Jamin, Rabu (26/11/2025).
Proses penggalian fosil ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan ekskavasi oleh tim CPAS dan BRIN yang memang sedang bekerja di lokasi. Agar lebih efisien, penggalian gading Stegodon dilakukan serentak pada 5 November 2025, kemudian berhasil dievakuasi ke Museum Patiayam pada 24 November 2025.
Jamin menambahkan bahwa saat ini pihak museum masih melakukan proses pembersihan dan konservasi awal untuk memastikan fosil tetap awet dan tidak mengalami kerusakan. “Kami lakukan pembersihan bertahap agar gading lebih stabil dan bisa segera dipamerkan,” ujarnya. (AS/YM)







