Fashion Show Busana Daur Ulang Pukau Perhatian Pengunjung

oleh -473 Dilihat

Kudus, ISKNEWS.COM – Bila lazimnya fashion show digelar dengan baju-baju mewah, kali ini justru menampilkan busana hasil daur ulang sampah. Sampah-sampah itu disulap menjadi menarik di tangan orang-orang kreatif.

Fashion show kali ini ditampilkan oleh pemuda pemudi enerjik yang sedang mengikuti lomba fashion show bertema “Kostum bahan daur ulang” di Gedung Graha Mustika Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Sabtu (10-2-2018) malam.

Agung Sunoto, Ketua Karang Taruna Desa Getas Pejaten mengatakan, acara ini merupakan satu dari rangkaian lomba yang digelar dalam rangka ‘Getas Creative Festival’. Diantaranya ada lomba Tari, Dance, Mewarnai dan Karikatur. Lomba Fashion show merupakan agenda tahunan, kali ini diikuti 50 peserta se-Kabupaten Kudus, dengan kategori usia bebas.

Alasan panitia menjadikan tema itu, lanjut Agung, karena permasalahan sampah sejauh ini susah dipecahkan. Tidak semua masyarakat peduli dan memahaminya, oleh sebab itu kegiatan ini juga sebagai media sosialisasi untuk tidak buang sampah sembarangan dan masyarakat bisa memilih mana yang bisa di manfaatkan atau daur ulang dan mana yang dibuang.

“Sampah merupakan benda yang kurang menarik, tapi di tangan orang-orang kreatif sampah plastik daur ulang justru dapat dibuat menjadi busana menarik,” katanya saat ditemui isknews.com disela-sela acara.

Agung menegaskan, dengan kegiatan seperti ini banyak masyarakat merasa senang dan menilai kegiatan ini sangat positif.

“Setelah melihat hasil busana daur ulang sampah sangat baik, alangkah baiknya masyarakat mendaur ulang dulu sebelum membuang sampahnya. Apalagi kegiatan ini digelar sekalian adanya bazar UMKM yang ramai pengunjung,” jelasnya.

Salah satu pemakai busana daur ulang, Indah Melani (19) mengatakan untuk pembuatan busana daur ulang ini butuh waktu kurang lebih satu bulan. “Kita memanfaatkan sampah-sampah yang susah diolah. Kemudian kami bikin menjadi busana,” katanya

Indah menambahkan tingkat kesulitan baju yang dibuat cukup lumayan. “Butuh waktu satu bulan dalam pembuatan satu baju ini. Ya sabar, karena bahan bakunya sampah yang susah diolah seperti plastik,” jelasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.