Kudus, ISKNEWS.COM – Festival budaya Ampyang Maulid di Desa Loram Kulon Kecamatan Jati Kudus digelar setiap tahunnya. Peserta kirab terdiri dari puluhan perwakilan Masjid dan Mushola dari berbagai dukuh yang ada di Desa Loram, baik Loram kulon maupun Loram Wetan, serta ada juga perwakilan dari Desa Getas Pejaten.
Nampak hadir Bupati Kudus HM Tamzil, didampingi Kepala Desa, Camat jati, dan tokoh masyarakat setempat.
Acara yang diperingati setiap 12 Rabiul Awal itu untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Hal itu bertujuan supaya warga muslim bisa introspeksi diri, lebih mencintai dengan meniru akhlak Rasulullah.
“Tradisi ampyang Maulid ini dilestarikan sudah sejak abad ke-16 Masehi, Tradisi ini supaya warga bisa introspeksi diri, kemudian supaya berperilaku yang mencerminkan sifat-sifat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW,” jelas Anis Aminudin, tokoh masyarakat Desa Loram Kukon kepada awak media usai acara, Selasa (20/11/2018).
Selain itu, lanjut Anis, tradisi ini terlaksana dari masa Sultan Hadlirin yang melakukan dakwah di Desa Loram. “Menurut cerita orang tua, dahulu Loram merupakan satu di antara tempat persinggahan kerajaan Majapahit, sehingga masyarakatnya banyak yang memeluk Hindu,” terang Anis, Ketua Paguyuban Desa Wisata Kudus (Dewiku).
“Sultan Hadlirin tempo dulu berdakwah menggunakan strategi Ampyang, yaitu masyarakat membawa makanan beralas tempat berbentuk persegi yang terbuat dari bambu dan dibawa ke masjid,” bebernya.
Makanan ampyang tersebut berisi nasi, lengkap dengan lauk pauk dan dilengkapi dengan ampyang, yakni sejenis makanan kerupuk yang berwarna-warni.
Sebelum ampyang maulid dimulai, kata Anis, bertempat di Komplek Gedung Muslimat NU Desa Loram Kulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, telah berlangsung Panggung seni dan Loram Expo 2018. Dimulai tanggal 16 -19 November 2018 dan diikuti sekitar 120 stand.

Sementara Bupati Kudus HM. Tamzil mengapresiasi kegiatan ini. Dikatakannya, kegiatan Loram Expo dan Festival Ampyang Maulid sebagai upaya untuk melestarikan kuliner dan seni budaya Desa loram Kulon pada khususnya dan Kudus pada umumnya.
“Kegiatan Loram Expo juga sebagai upaya untuk mengali dan mengangkat seni desa loram kulon juga untuk mengenalkan tradisi budaya Loram Kulon, selain itu sebagai upaya pelestarian dan kalau dikelola secara profesional akan menunjang perekonomian Desa Loram Kulon,” jelasnya. (AJ/YM)







