Film Soedirman Diputar Di Kudus, Penonton Antusias

oleh -899 kali dibaca

Kudus, isknews.com РPemutaran Film Soedirman, sebuah film yang mengisahkan perjuangan Panglima Besar jenderal Soedirman pada hari minggu (30/8) diputar di sebuah gedung bioskop di Kudus, film ini mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat Kudus, bahkan benerapa dari penonton yang  untuk menyaksikan film jenderal soedirman sengaja berpakaian seperti para pejuang di era Perjuangan Gerilya Jenderal Soedirman dan pasukannya serta penampilan dengan gaya sang proklamator soekarno.

Film Jenderal Soedirman yang disutradarai oleh Viva Westi dan merupakan hasil produksi Yayasan Kartika Eka Paski yang mendapat dukungan penuh dari TNI AD ini rencananya dirilis sejak 27 Agustus 2015.
Tentu sudah dapat diketahui akan bercerita tentang kisah hidup seorang Jenderal Soedirman. Sosok tersebut akan diperankan oleh Adipati Dolken. Selain Dolken, beberapa bintang yang bermain antara lain Ibnu Jamil, Mathias Muchus, Baim Wong, Nugie, dan Lukman Sardi.Film Jenderal Soedirman bercerita tentang sang Jenderal Besar Soedirman yang memimpin gerilya untuk melawan agresi militer Belanda II. Beliau memimpin gerilya untuk menunjukkan pada dunia bahwa TNI masih ada dan akan terus berjuang mempertahankan kedaulatannya.

Jenderal Soedirman bersama kelompok kecil yang terdiri dari tentara dan dokter pribadinya melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama 7 bulan. Di saat itu para pemimpin politik sedang berlindung di Keraton Kesultanan setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda pada Agresi Militer II.

Awalnya tim yang dipimpin Jendral Soedirman tersebut diikuti oleh Belanda, tetapi Jenderal Soedirman dan para pejuangnya berhasil lolos dan mendirikan markas sementara di Sobo dekat Gunung Lawu.

Pada saat itu Bung Karno dan Bung Hatta ditangkap dan diasingkan oleh Belanda yang mengakibatkan sistem pemerintahan lumpuh. Sementara itu, Jenderal Soedirman yang berada di hutan secara otomatis memimpin pemerintahan darurat militer bersama Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi.

Selama gerilya, dengan perintah dan komandonya, ia mampu mengomandoi kegiatan militer di Pulau Jawa termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta yang disarankan oleh Sri Sultan HB IX. Jenderal Soedirman menjadikan pulau Jawa sebagai medan perang gerilya yang luas dan membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu. (YM) >> foto dan info  kiriman Much Defi

KOMENTAR SEDULUR ISK :