KUDUS, ISKNEWS.COM – Pasangan ganda putra Ikhsan Lintang Pramudya/Aquino Evano Keneddy Tangka berhasil lolos setelah melewati pertandingan dramatis pada babak kualifikasi perempat final (Qual QF) Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Mereka mengalahkan pasangan Jonathan Farrell Gosal/Gerardo Rizqullah Hafidz melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-18, 20-22, 21-10, Selasa (20/10/2026).
Bertanding di GOR Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus, Ikhsan/Vano tampil cukup solid pada gim pertama. Mereka mampu mengamankan kemenangan 21-18, tetapi harus mengakui keunggulan lawan pada gim kedua dengan skor tipis 20-22.
Memasuki gim penentuan, Ikhsan/Vano mampu bangkit dan mengambil alih kendali permainan. Mereka tampil lebih agresif hingga unggul jauh dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 21-10.
Ikhsan Lintang Pramudya mengatakan, dirinya bersama Vano sebenarnya sudah mengetahui pola permainan lawan. Keduanya pernah bertemu pada babak 16 besar Polytron Pontianak Indonesia International Challenge sehingga memiliki gambaran mengenai kebiasaan permainan pasangan tersebut.
“Tadi sebenarnya kami sudah tahu pola permainan mereka karena di babak 16 besar Polytron Pontianak Indonesia IC kami sudah bertemu. Tinggal kami ingat-ingat saja kebiasaan mereka seperti apa,” ujar Ikhsan.
Meski sudah memiliki bekal dari pertemuan sebelumnya, Ikhsan mengakui mereka sempat kehilangan momentum pada gim kedua. Keduanya sebenarnya mampu mengejar ketertinggalan, tetapi belum berhasil mengamankan kemenangan.
“Di gim kedua kami ketinggalan start dan sayang sekali padahal sudah bisa mengejar. Di gim ketiga mau tidak mau kami harus ambil dulu start-nya, terutama bola satu-duanya agar Vano bisa lebih mudah mengeksekusinya,” jelasnya.
Ikhsan juga menanggapi pertemuan mereka dengan lawan yang sebelumnya saling berhadapan di sektor ganda campuran. Menurutnya, setiap pemain harus tetap menjunjung kedewasaan dan profesionalitas saat berada di lapangan, meskipun sudah saling mengenal.
“Kami tadi saling bertemu di sektor ganda campuran. Kami harus tetap dewasa di dalam lapangan. Namanya juga pertandingan, jadi sama-sama tidak mau kalah,” katanya.
Sementara itu, Aquino Evano Keneddy Tangka mengungkapkan, padatnya jadwal pertandingan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kondisi fisik. Ia mengaku harus menjalani empat pertandingan dalam sehari sehingga stamina mulai menurun ketika tampil di sektor berikutnya.
“Hari ini kami bermain empat kali. Secara stamina, di setiap sektor yang bermain kedua jadi menurun. Untungnya ada player lounge, jadi bisa makan berat di sana. Saya juga minum vitamin sehingga kondisi tetap terjaga,” ungkap Vano.
Menghadapi pertandingan berikutnya, Ikhsan/Vano menargetkan bisa melangkah lebih jauh di turnamen tersebut. Mereka ingin memperbaiki hasil setelah sebelumnya terhenti pada babak 32 besar Polytron Pontianak Super 100. Untuk itu, keduanya akan berusaha menjaga konsistensi permainan sekaligus membenahi komunikasi di lapangan.
“Target kami mau coba yang terbaik dulu. Karena di Polytron Pontianak Super 100 kalah di babak 32 besar, kami mau melangkah lebih jauh lagi,” kata Vano.
Vano menambahkan, secara pola permainan, dirinya bersama Ikhsan sudah merasa nyaman. Namun, miskomunikasi masih menjadi evaluasi penting agar keduanya bisa tampil lebih padu dan meminimalkan kesalahan pada pertandingan selanjutnya.
“Evaluasi kami, secara pola main sudah enak banget. Namun, masih suka ada miskomunikasi, jadi kami harus sama-sama fokus,” pungkasnya.
Kemenangan ini menjadi modal positif bagi Ikhsan/Vano untuk melanjutkan perjuangan di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Selain mematangkan strategi dan komunikasi, keduanya juga perlu menjaga stamina melalui pola makan dan istirahat yang cukup demi menghadapi jadwal pertandingan yang padat. (YM/YM)







