Gandeng Universitas Taiwan dan Malaysia, UMKU Gelar Webinar Nursing Internasional Seri 2

oleh -232 kali dibaca
Suasana webinar Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) yang fokus pada kajian keperawatan dengan tema Optimization elderly mental health during pandemic (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Diikuti lebih dari 600 peserta Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kembali menyelenggarakan Internasional Webinar Series kedua yang fokus pada kajian keperawatan dengan tema Optimization elderly mental health during pandemic, Sabtu (21/11/2020).

Noor Hidayah, A.Kep., M.Kes. Wakil Rektor I Bidang Akademik pada kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa Covid-19 datang pada awal tahun dan membuat semua hal menjadi berubah dan memberikan dampak pada seluruh segmen kehidupan.

“Webinar sebagai salah satu kegiatan untuk mewujudkan internasionalisasi institusi. Untuk series ke dua ini melibatkan dua negara yaitu Malaysia dan Taiwan,” kata dia.

Menurutnya, tema pada kali ini memiliki urgensi yang sangat penting bagi ilmu Keperawatan yang memiliki peran fundamental dan sangat berperan dalam penanganan Covid-19, secara preventif maupun kuratif.

Pembicara pertama adalah Prof. Hsiao-Yean Chiu, Ph.D Deputi Director, School of Nursing Taipe Medical University (TMU), Taiwan. dengan tema Sleep disturbances and managements in older adults: During a pandemic meyampaikan, berbagai hal terkait dengan bagaimana memanajemen tidur sehingga menghasilkan kualitas yang baik karena tidur yang baik memberikan dampak yang baik pada seseorang dalam mengelola kesehatan.

“Situasi pandemic membuat munculnya kekhawatiran dan stress karena takut. Dengan demikian maka seseorang harus mampu mengelola emosinya dan mengkondisikan diri agar dapat memiliki kualitas tidur yang baik di tengah pandemic,” terangnya.

Pembicara menekankan bahwa untuk tidur nyenyak (berkualitas) maka kita harus melakukan olahraga dan makan secara teratur, mengonkondisikan tempat tidur senyaman mungkin, serta menghindari kafein, alkohol, dan rokok. 

Puan Zainooriah Dato’ Hj. Zakaria, AMN; AMP; PPT; PJK; RN; RM; PHN; OHN. yang merupakan dosen di School of Nursing, Faculty of Medicine Bioscience & Nursing, Mahsa University, Malaysia menyampaikan materi dengan judul The Older Person: On The Brighter Side of The Pandemic.

Dato’ Hj. Zakaria menyampaikan bahwa COVID-19 mengubah rutinitas harian orang lanjut usia, perawatan dan dukungan yang mereka terima, kemampuan mereka untuk tetap terhubung secara sosial, dan cara pandang mereka.

“Mereka yang hidup sendiri menghadapi kesepian karena mereka tidak dapat berhubungan dengan orang yang mereka kenal. Semua aktivitas sosial mereka terhenti untuk saat ini – dampak karantina menyebabkan isolasi, stres, kecemasan, trauma, dan kesedihan,” tuturnya.

Pembicara ketiga  Anny Rosiana M., S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.J. yang juga merupakan Wakil Rektor III, Universitas Muhammadiyah Kudus memaparkan materi dengan judul Reducing loneliness among the elderly through an intergenerational program.

Paparan tersebut mengkritisi terkait dengan treatment pada lansia yang kesepian saat di panti jompo. Rasa kesepian ini dapat menimbulkan dampak mulai dari ringan hingga akut.

“Dengan demikian maka sebagai makhluk sosial yang merespon masalah masyarakat dan sebagai makhluk individu yang pasti memiliki orangtua lansia atau kelak pasti akan menjadi lansia maka masalah ini urgen untuk dibahas. Kesepian tersebut harus diberikan perlakuan agar dapat diminimalkan,” ujarnya.

Anny mengusulkan suatu program intergeneration yang melibatkan hubungan antara lansia dengan anak-anak sehingga menghasilkan suatu perbaikan relationship.

“Imbasnya adalah kesepian lansia akan tereduksi dan empati anak terhadap lansia akan terbentuk,” tandas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.