Gara-Gara Flare, Persiku Kudus Didenda Rp 100 Juta Usai Laga Kontra Persekat

oleh -294 Dilihat
oleh
Suasanan suporter Macan Muria ketika menyalakan flare di stadion usai laga melawan Persekat beberapa waktu lalu.

Kudus, isknews.com – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 100 juta kepada Persiku Kudus akibat flare yang menyala di tribun saat laga play-off degradasi Liga 2 2024/2025 melawan Persekat Tegal di Stadion Wergu Wetan Kudus pada 25 Februari 2025 lalu.

Direktur Utama PT Relasi Sport Muria Indonesia (Resmi), Abdul Fuad Amirul, membenarkan kabar tersebut. Persiku menerima surat resmi dari PSSI terkait pelanggaran itu, yang menurutnya cukup mengejutkan.

“Ya benar, kami dapat surat pelanggaran itu dengan denda Rp 100 juta,” ujar Fuad, Rabu (12/03/2025).

Menurut Fuad, flare yang menyala terjadi setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan selesai. Pada saat itu, lagu Liga 2 juga sudah berhenti diputar, menyisakan anthem Persiku Kudus yang masih menggema di stadion.

“Kami akan mengajukan banding, karena flare itu muncul setelah pertandingan berakhir, bukan saat laga masih berlangsung,” tegasnya.

Dampak dari sanksi ini cukup signifikan bagi Persiku. Manajemen terpaksa menunda pencairan bonus bagi para pemain dan staf yang telah berjuang mempertahankan posisi di Liga 2.

“Bonus belum dikucurkan, kami masih menunggu keputusan final dari Komdis PSSI. Jika tetap dikenai denda Rp 100 juta, kami harus menyesuaikan anggaran agar tidak terjadi kekurangan dana,” jelas Fuad.

Meski bonus tertunda, ia memastikan bahwa seluruh gaji pemain telah dibayarkan tepat waktu.

“Gaji clear semua, tidak ada masalah dengan pemain. Hanya bonus saja yang masih tertahan,” tambahnya.

Di tengah situasi ini, Persiku Kudus tetap bersiap menghadapi musim baru Liga 2. Evaluasi terhadap tim dan kemungkinan perombakan pemain serta staf pelatih sedang dilakukan demi meningkatkan performa klub di musim depan.

Sementara itu, manajemen berharap Komdis PSSI dapat meninjau kembali keputusan tersebut agar tidak merugikan klub. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :