GPM Kudus Diserbu Warga, LPG 3 Kg dan Beras Ludes dalam Waktu Singkat

oleh -1944 Dilihat
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kudus, Ir. Didik Tri Prasetiyo, M.Si., Kabupaten Kudus meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Sejumlah warga menunjukkan beras yang baru dibeli usai mengantre, Jumat (12/6/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kudus sangat tinggi. Sejumlah komoditas yang dijual dengan harga di bawah pasaran, termasuk LPG 3 kilogram dan beras, hampir habis dalam waktu singkat setelah kegiatan dibuka pada Jumat (12/6/2026).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kudus, Ir. Didik Tri Prasetiyo, M.Si, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap bulan pada pekan kedua sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Gerakan pangan murah ini kami laksanakan secara rutin setiap bulan sekali pada minggu kedua. Namun untuk kegiatan kali ini ada yang berbeda karena kami bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dengan menambahkan penjualan LPG 3 kilogram,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Didik menjelaskan, pada pelaksanaan kali ini disediakan sebanyak 100 tabung LPG 3 kilogram. Tingginya minat masyarakat membuat stok yang tersedia hampir habis hanya dalam waktu singkat.

Hari ini kami sediakan 100 tabung gas dan Alhamdulillah dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah hampir habis. Ini menunjukkan animo masyarakat sangat tinggi,” katanya.

Selain LPG, berbagai bahan pangan pokok juga menjadi incaran warga. Meski demikian, kegiatan tersebut tetap melibatkan sekitar 40 pelaku usaha binaan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus yang menjual produk mereka dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Menurut Didik, selisih harga sejumlah komoditas mencapai Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai sangat membantu masyarakat di tengah tren kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok, terutama beras.

Di saat harga mulai naik seperti sekarang, khususnya beras, pemerintah memang perlu hadir. Harga yang kami jual jauh di bawah harga pasaran sehingga masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Ia mencontohkan, beras dalam kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp68.000 atau setara Rp13.600 per kilogram. Sementara harga beras kemasan di pasaran saat ini berkisar Rp15.000 per kilogram.

Selain beras, gula pasir dijual Rp16.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp17.000 per kilogram. Minyak goreng dijual mulai Rp15.500 per liter, lebih murah dibanding harga pasar yang rata-rata mencapai Rp18.000 per liter.

Sementara itu, telur ayam dijual Rp24.000 per kilogram atau lebih rendah dibanding harga pasar sekitar Rp26.000 per kilogram. Untuk bawang merah, harga di GPM sebesar Rp54.000 per kilogram, sedangkan di pasaran dapat mencapai Rp60.000 per kilogram.

Didik menegaskan, kehadiran Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Memang kenaikan harga tidak terlalu signifikan, tetapi kalau pemerintah tidak hadir tentu masyarakat akan semakin terbebani. Gerakan pangan murah ini paling tidak bisa membantu menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga di Kabupaten Kudus,” tuturnya.

Ia memastikan hingga saat ini kondisi ketersediaan pangan di Kabupaten Kudus masih aman. Stok beras maupun komoditas pangan lainnya dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sampai sekarang stok beras dan komoditas pangan lainnya aman. Melalui gerakan pangan murah ini masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih murah sehingga kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi,” pungkasnya.

Pada pelaksanaan perdana kerja sama dengan Dinas Perdagangan tersebut, pembelian LPG 3 kilogram diprioritaskan untuk masyarakat umum. Pemerintah juga memastikan tidak ada aparatur sipil negara maupun pegawai instansi terkait yang membeli gas bersubsidi dalam kegiatan tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. (AS/YM)