Groundbreaking Jembatan Garuda, Akses Warga Ngembalrejo Digenjot Lewat Program TNI AD

oleh -152 Dilihat
Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Boto Lor, Desa Ngembalrejo, Kudus. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yusuufa Allan Andriase memimpin langsung peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Boto Lor, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, pada akhir Maret 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak melalui konferensi video (vicon) bersama jajaran TNI Angkatan Darat di wilayah Jawa Tengah.

Groundbreaking ini merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur TNI AD yang menyasar daerah pelosok, guna memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yusuufa Allan Andriase menyampaikan, pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat dalam memperkuat konektivitas desa.

Melalui petunjuk dan perintah dari Bapak Presiden, pembangunan ini ditujukan untuk memperlancar mobilisasi masyarakat desa, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jembatan yang akan dibangun merupakan jenis jembatan gantung dengan panjang sekitar 18 meter, menyesuaikan lebar sungai yang mencapai 10 meter. Desain konstruksi juga akan disesuaikan dengan karakteristik sungai yang kerap mengalami banjir.

Karena kondisi sungai di sini sering banjir, maka konstruksi akan dimodifikasi sesuai kebutuhan kontur tanah dan kondisi lapangan,” jelasnya.

Pengerjaan proyek ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan, terhitung sejak tahap penyiapan lahan yang dimulai bersamaan dengan kegiatan groundbreaking. Dalam pelaksanaannya, sekitar 40 personel TNI akan dikerahkan dan bekerja bersama masyarakat setempat secara gotong royong.

Lebih lanjut, Dandim menyebut pihaknya telah mengusulkan sejumlah titik pembangunan jembatan lain kepada komando atas. Namun, realisasinya masih menunggu persetujuan dari Kodam.

Sementara itu, Kepala Desa Ngembalrejo, Mohammad Zakariya, menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Ia mengungkapkan, keberadaan jembatan permanen sudah dinantikan warga selama ratusan tahun.

Selama ini warga hanya menggunakan jembatan bambu yang setiap tahun rusak terbawa banjir, sehingga harus dibangun ulang. Dengan adanya program ini, kami sangat bersyukur karena akhirnya bisa terealisasi,” ungkapnya.

Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai penghubung aktivitas warga, mulai dari petani, pelajar, hingga akses menuju pasar dan tempat ibadah.

“Ini sangat urgen. Petani, pelajar, sampai masyarakat yang ke pasar atau ke masjid semua melewati jalur ini,” imbuhnya.

Pemerintah desa, lanjut Zakariya, juga akan berupaya mengoptimalkan pembangunan akses jalan penunjang di sekitar jembatan, baik melalui dana desa maupun bantuan keuangan dari pemerintah provinsi dan pusat.

Sebagai informasi, kegiatan groundbreaking Jembatan Garuda juga dilakukan secara serentak di wilayah Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, sebagai bagian dari program pembangunan jembatan skala nasional yang diinisiasi untuk membuka akses transportasi masyarakat di daerah terpencil. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :