Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebut Jawa Tengah sebagai supermarket bencana. Untuk itu, edukasi kebencanaan kepada masyarakat daerah rawan bencana penting dilangsungkan.
“Jateng ini supermarketnya bencana, semuanya komplit. Semua jenis bencana mulai dari tanah longsor, puting beliung, banjir, dan sebagainya ada di disini,” ungkapnya selepas membuka Jumpa Bakti Gembira Temu Karya Sukarelawan (Jumbara) Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat Provinsi Jateng 2017.
Semakin banyak orang yang berpartisipasi mensosialisasikan dan mengedukasi kebencanaan kepada masyarakat di daerah rawan, maka banyak jiwa yang akan terselematkan. Karena masyarakat bisa melakukan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

“Semakin banyak masyarakat yang mensosialisasikan serta mengedukasi, maka akan semakin banyak masyarakat yang aman dan terselamatkan,” paparnya.
Lanjut Ganjar, untuk itu PMI dan seluruh relawan baik dari BPBD, Pramuka, Tagana, SAR, dan komponen lainnya, agar mulai mengajak masyarakat untuk diedukasi kebencanaan. Dengan begitu, peran mereka tidak hanya ketika terjadi bencana, tapi pra bencana.
“PMI dan seluruh relawan dapat menciptakan relawanisme yakni kelompok yang peduli dengan segala sesuatu. Karena PMI ini kan lengkap ada donor darah, kebencanaan dan lain-lain,” tuturnya.
Harap Ganjar, relawan bisa memulai membuat program masyarakat sadar bencana, keluarga sadar bencana, bahkan mampu membuat desa tangguh bencana. (Am)








