Gubernur Luthfi Perintahkan Pemda dan Polda Cek Distribusi LPG, Pastikan Tak Ada Penimbunan

oleh -109 Dilihat
Foto: Pertamina

Jateng, isknews.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memerintahkan seluruh pemerintah daerah bersama aparat kepolisian untuk aktif mengecek dan memantau distribusi LPG subsidi guna memastikan tidak terjadi penimbunan di masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan peninjauan di SPPBE Wijaya Sarana Gasindo, Karanganyar, Rabu (8/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah turun langsung ke lapangan guna memastikan kesiapan serta kelancaran distribusi LPG subsidi, khususnya tabung 3 kilogram.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa ketersediaan LPG di wilayah Jawa Tengah dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir. Ia juga meminta kepala daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memperketat pengawasan distribusi di lapangan.

Kami pastikan stok LPG di Jawa Tengah aman. Masyarakat tidak perlu panik. Kami juga minta seluruh kepala daerah bersama TPID aktif melakukan pengawasan, termasuk menertibkan penggunaan LPG subsidi agar tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya praktik penimbunan LPG. Distribusi disebut berjalan lancar dan terus dipantau secara intensif oleh pemerintah dan aparat terkait.

Masyarakat tidak perlu terpengaruh isu dari luar daerah. Dipastikan tidak ada penimbunan, distribusi berjalan baik dan terpantau,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa LPG subsidi harus digunakan oleh masyarakat yang berhak. Untuk itu, sektor usaha seperti hotel, restoran, katering (horeka), dan laundry akan ditertibkan apabila masih menggunakan LPG 3 kg, serta didorong beralih ke LPG non-subsidi.

Selain itu, Ahmad Luthfi juga meminta dukungan aparat penegak hukum untuk menindak tegas praktik ilegal, seperti penimbunan maupun pengoplosan LPG. Koordinasi dengan Polda Jawa Tengah terus diperkuat guna mencegah potensi pelanggaran di lapangan.

Sementara itu, Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, melaporkan bahwa kondisi stok LPG di Jawa Tengah dalam keadaan aman dengan ketahanan mencapai 14.752 metrik ton.

Khusus wilayah Karanganyar, alokasi harian LPG 3 kg sebesar 143,8 metrik ton yang disalurkan melalui agen dan pangkalan resmi. Kami memastikan distribusi berjalan optimal dan stok tetap terjaga,” jelasnya.

Pihak Pertamina juga terus meningkatkan pengawasan distribusi serta mengimbau masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sebagai penutup, masyarakat diimbau untuk menggunakan LPG secara bijak sesuai kebutuhan serta tidak melakukan penimbunan. Dengan penggunaan yang tepat, diharapkan ketahanan energi di Jawa Tengah tetap terjaga dan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :