Kudus, isknews.com – Sebuah gudang penyimpanan ampas kopi dan klobot jagung yang terletak di Turut Jalan Tengah Sawah, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, dilalap si jago merah pada Senin malam (4/8/2025) sekitar pukul 20.00 WIB.
Kebakaran hebat itu sempat membuat petugas kesulitan menjinakkan api karena titik api berada di bagian tengah gudang dan menyebabkan bara sangat tebal.
Plt Kapolsek Bae, Iptu Mardiyono, membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan bahwa penyebab kebakaran diduga karena suhu panas ekstrem di musim kemarau yang terjebak di dalam gudang yang tertutup rapat dan tidak memiliki ventilasi.
Ia menyebut proses penyelidikan masih berlangsung dan tim Inafis Polres Kudus telah diterjunkan ke lokasi kejadian.
“Kondisi gudang yang tertutup dan tanpa sirkulasi udara, ditambah suhu tinggi saat musim kemarau, sangat memungkinkan memicu titik api. Ini yang kami duga sementara sebagai penyebabnya, sambil menunggu hasil penyelidikan lengkap,” ujar Iptu Mardiyono di lokasi.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang satpam M (19) yang mencurigai adanya asap yang keluar dari bagian dalam gudang saat berjaga malam, lalu memanggil E (16) untuk membantu mengecek.
Karena kunci gudang macet, mereka terpaksa membongkar paksa pintu. Setelah terbuka, Satpam sempat mencoba memadamkan api dengan empat tabung APAR, namun api sudah membesar dan tak dapat dikendalikan.
Melihat situasi memburuk, dia langsung menghubungi atasannya, kepala keamanan di lokasi tersebut, sebelum melapor ke Polsek Bae dan memanggil petugas pemadam kebakaran.
Tak berselang lama, tim pemadam dari berbagai instansi datang ke lokasi. Armada pemadam dari BPBD Kudus, Satpol PP, serta bantuan dari beberapa perusahaan swasta seperti PT Noyorono, PT Pura, dan PT Sukun turut dikerahkan. Dua tangki air minum dan satu ekskavator juga ikut membantu proses pemadaman.
Menurut petugas, api sulit dijinakkan karena pusat kebakaran berada di bagian tengah gudang yang penuh dengan material mudah terbakar. Pemadaman diprioritaskan dari sisi luar untuk mencegah merambat ke gudang lain di sekitarnya.
Gudang yang terbakar diketahui milik pengusaha LEH (60), warga Kecamatan Kota Kudus. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Proses pemadaman masih berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. Petugas terus melakukan pendinginan di area-area yang masih berasap. Sementara itu, polisi telah mengamankan lokasi, mencatat keterangan saksi-saksi, dan memastikan tak ada titik api yang tersisa. (YM/YM)










