Hadapi Bulan Bencana, PC LPBI Kudus Gelar Raker dan Siapkan Relawan

oleh

Kudus, isknews.com – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus menggelar rapat kerja bagi anggotanya di Villa Selasar, Desa Kajar, Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus, Jumat (16/10/2020).

Menurut ketua PC LPBI Kabupaten Kudus, Dwi Saifullah, kegiatan ini sebagai upaya mewujudkan keinginan bersama untuk menjadikan Nahdlatul Ulama yang bermanfaat bagi semua umat.

“Rapat kerja LPBI ini digelar dalam rangka antisipasi bulan bencana, kita akan segera menyiapkan relawan yang nantinya akan didata, kemudian diberikan pelatihan tentang kecakapan dalam kebencanaan,” kata Dwi.

Jadi menurutnya, di ‘bulan bencana’ ini pihaknya mengadakan rapat kerja untuk membentuk pribadi santri yang tangguh dan tanggap bencana di hari santri tahun 2020 ini.

Dwi Saifullah, ketua PC LPBI Kabupaten Kudus saat memberikan kata sambutan pembukaan raker di Villa Selasar, Kajar, Dawe, Kudus, Jumat (16/10/2020) (foto: YM)

“Semoga di rapat kerja ini bisa menciptakan ide-ide kreatif yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kudus khususnya dan bagi bangsa Indonesia pada umumnya,” tutur dia.

Dikatakannya, meski hal itu bukan menjadi sebuah keinginan, namun ketika terjadi bencana pihaknya sudah menyiapkan personil LPBI yang terlatih kemudian dibantu dari unsur Banom yang lain seperti Muslimat, Fatayat, Bagana, LP Maarif, Lembaga RMI dan Lazisnu dan lain sebagainya yang saling bersinergi dan terkoordiansi ketika terjadi musibah bencana alam.

“Sehingga harapan kita nanti, sudah terkonsep beberapa tupoksi yang akan kita lakukan, jalur koordinasi antara Nahdlatul Ulama dengan Banom dan antara LPBI dengan pemerintah,” ujar dia.

Apalagi, lanjut dia, beberapa daerah di Kabupaten Kudus sering kali terjadi bencana banjir, tanah longsor dan lain sebagainya.

Senada Ketua PCNU Kudus, Asyrofi Masitho mendukung pembentukan relawan tanggap bencana untuk antisipasi, terlebih melihat musim hujan di Kudus nantinya sesuai prediksi dari BMKG agak maju sehingga perlu persiapan dalam segala hal.

Suasana Raker yang juga dihadiri sejumlah pegiat tanggap darurat dan BPBD Kudus (Foto: YM)

“Keberadaan LPBI NU tentunya harus dimaksimlakn untuk menyiapkan relawan tanggap bencana, serta manajemen kebencanaan hingga membangun jaringan,” ujarnya.

Kepala Seksi (Kasie) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus Wiyoto menambahkan selama ini sudah terjalin kerjasama yang harmonis diantara kader-kader relawan dari Nahdhatul Ulama di Kudus.

Untuk itu pihaknya mendukung raker yang digelar oleh PC LPBI untuk lebih mensinergikan semua unsur di lingkungan lembaga tanggap bencana ini menjelang bulan-bulan bencana.

“Berdasarkan prediksi dari BMKG akan terjadi hujan dengan intensitas tinggi sehingga dimungkinkan terjadi bencana tanah longsor maupun banjir.

Untuk itu, kata dia, masyarakat perlu waspada dan siap menghadapi bencana dengan mempersiapkan para relawan tanggap bencana agar masyarakat merasa aman dan tenteram.

Dalam rangka antisipasi hal itu, BPBD Kudus juga sudah mempersiapkan masyarakat melalui pembentukan desa tangguh bencana, sehingga ketika terjadi bencana alam di lokasi yang jauh dari jangkauan BPBD, masyarakat setempat sudah mampu menanganinya sendiri. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :