Halalbihalal 1447 H, Koperasi Intan Permata Tegaskan Arah Baru Pengembangan Usaha

oleh -105 Dilihat
Halalbihalal 1447 H, Koperasi Intan Permata. (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Momentum Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Koperasi Konsumen Khoerun Intan Permata Jawa Tengah untuk mempertegas arah baru pengembangan usaha dan penguatan jaringan anggota. Kegiatan tersebut dirangkai dalam pertemuan anggota yang digelar di Aula Balai Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Sabtu (11/4/2026).

Ketua Koperasi, Sulasih, mengatakan kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga merupakan agenda resmi yang telah direncanakan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).

β€œHalalbihalal ini memang sudah menjadi bagian dari keputusan RAT. Selain mempererat kebersamaan, ini juga bentuk rasa syukur karena koperasi kami kini kembali berkantor di Kudus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Koperasi Intan Permata sebelumnya sempat berpindah ke Semarang dan beroperasi hampir satu tahun di sana. Namun kini, setelah melalui proses administrasi dan perubahan akta, koperasi kembali ke Kudus sebagai basis utama.

Saat ini, jumlah anggota aktif tercatat sebanyak 262 orang, dengan lebih dari 400 calon anggota yang masih dalam proses. Secara keseluruhan, jaringan koperasi yang tersebar melalui 19 koordinator di berbagai daerah telah menjangkau hingga 2.262 anggota.

Menurut Sulasih, koperasi mengusung konsep usaha serba guna dengan fokus pada pengembangan potensi lokal di masing-masing daerah. Salah satu strategi yang diterapkan adalah pertukaran (barter) keterampilan dan produk antaranggota lintas kabupaten di Jawa Tengah.

β€œMayoritas anggota kami adalah pelaku UMKM dan pedagang. Kami ingin mereka bisa berkembang sesuai potensi daerah masing-masing, sehingga tercipta kemandirian ekonomi,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 215 anggota hadir dari berbagai daerah seperti Kudus, Demak, Jepara, Semarang, Boyolali, hingga Purwodadi. Antusiasme peserta menjadi indikator kuatnya solidaritas antaranggota koperasi.

Selain itu, koperasi juga aktif melakukan pembinaan usaha. Berbagai pelatihan diberikan secara gratis, mulai dari pembuatan ayam crispy, roti, hingga keterampilan salon kecantikan. Program ini bertujuan mencetak anggota yang tidak hanya bergabung secara administratif, tetapi juga produktif secara ekonomi.

Sulasih menegaskan, kehadiran koperasi lain, termasuk Koperasi Merah Putih, tidak menjadi ancaman. Justru, pihaknya membuka ruang kolaborasi untuk saling mendukung dalam pengembangan usaha.

β€œKami saling support. Dalam beberapa kegiatan bahkan sudah bekerja sama, misalnya dalam distribusi produk. Prinsipnya, kami tumbuh bersama,” ungkapnya.

Ke depan, koperasi menargetkan penguatan kemandirian anggota serta merintis pendirian yayasan berbasis pesantren sosial dan kewirausahaan. Ia juga berharap adanya dukungan dari pemerintah untuk mempercepat pengembangan koperasi.

Sementara itu, Ketua Panitia Ahmad Jayadi menambahkan bahwa pertemuan ini juga menjadi ajang konsolidasi untuk menyatukan visi pengembangan koperasi ke depan, termasuk dalam hal akses permodalan.

Ia menyebut, koperasi tengah menyiapkan skema pembiayaan bagi anggota dengan target hingga Rp100 juta per orang tanpa jaminan, melalui kerja sama dengan perbankan.

β€œProposal sudah kami siapkan untuk diajukan ke perbankan. Harapannya, setiap anggota bisa mendapatkan akses modal yang cukup untuk mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Dengan legalitas yang telah berjalan sejak 2004 serta pengalaman mengelola dana hingga miliaran rupiah, Koperasi Intan Permata optimistis mampu terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di Jawa Tengah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :