Hasan Chabibie: Jamaah Haji dari Kudus Bawa Pesan Toleransi

oleh -847 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Penjabat Bupati Kudus Dr. M. Hasan Chabibie menyampaikan bahwa Pemkab Kudus ikut berbahagia dan mendoakan penuh kepada Jemaah haji yang tahun ini berangkat.

Hasan Chabibie juga menyampaikan bahwa pihaknya meminta agar jamaah haji dari Kudus membawa pesan-pesan toleransi dari ajaran Sunan Kudus dan juga Sunan Muria. Hal ini disampaikan Penjabat Bupati Kudus dalam agenda Pendalaman Manasik Haji dan Praktik Manasik Haji Jamaah Calon Haji yang diselenggarakan di JHK Kudus, pada Senin-Rabu (13-15 Mei).

Hasan Chabibie mengungkapkan bahwa ibadah haji itu misteri Allah, yang diberikan secara indah kepada hamba-Nya. “Haji itu panggilan Allah. Seberapapun kita berusaha dengan berbagai macam cara, Allah yang punya hak memanggil kita. Sebagai tamunya Allah, dhuyufurrahman. Maka, cara terbaik memenuhi panggilan ini adalah dengan husnuddzan dengan cara Allah memanggil kita. Tidak semua orang kaya punya tiket untuk haji, juga tidak semua warga yang miskin tertunda cita-citanya. Yang ada adalah misteri Allah. Kita diperjalankan ke Haramain dengan berbagai cara yang indah, dan ini adalah misteri yang luar biasa indah,” ungkap Hasan kepada media ini.

Penjabat Bupati Kudus M. Hasan Chabibie juga menegaskan bahwa ibadah haji harus punya bekal agar proses ibadah menjadi lebih mudah. “Haji ini harus siap fisik, mental dan juga sangu. Bapak Ibu yang sudah sepuh jaga kesehatan, juga ingat Batasan fisik, jangan ngoyo beribadah. Boleh semangat, tapi secukupnya, semampunya. Karena, jalan ibadah di tanah suci itu banyak sekali. Jadi, kita harus tahu Batasan kemampuan fisik kita. Saatnya istirahat ya istirahat, saatnya ngibadah ya ngibadah,” terang Hasan Chabibie, yang juga Kepala BKHM Kemendikbudristek.

Lebih lanjut, Hasan Chabibie menyampaikan bahwa pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, sudah memberikan pelayanan HAJI RAMAH LANSIA, untuk membantu jamaah haji yang sudah sepuh. “Panjenengan semua kalau butuh bantuan, ya minta kepada petugas haji. Pelayanan petugas haji kita sudah sangat bagus. Haji Ramah Lansia ini pelayanannya dari Kementerian Agama dan petugas yang terlibat, sudah sangat bagus,” jelasnya.

“Bapak Ibu, mari kita niati Ibadah Haji kita sebagai ibadah yang memberikan kebaikan dan keindahan. Kita jaga kebersihan di tanah suci, bahkan kalau perlu kita menggerakkan untuk membantu membersihkan area-area di tanah suci. Kadang kala, banyak sampah di beberapa titik di tanah suci. INi yang muda-muda, saya pesan, untuk juga meniatkan diri membantu menjaga kebersihan di tanah suci, sebagai penggerak kebersihan. Kita ingat warga jamaah haji Jepang yang agresif membersihkan tanah suci, kita juga perlu meniru untuk berbuat kebaikan yang sama, dengan cara-cara yang kita punya,” demikian pernyataan Hasan Chabibie.

Hasan Chabibie juga meminta agar jamaah haji dari Kudus menjadi contoh dan teladan di tanah suci untuk menebarkan pesan damai. “Sebagai Penjabat Bupati Kudus, saya berharap Jamaah haji dari Kudus menjadi percontohan, sebagai teladan. Kita punya Sunan Kudus dan Sunan Muria, jadi Kudus ini punya budaya toleransi yang luar bisa. Maka, mari kita tunjukkan di Makkah-Madinah, bahwa warga Kudus ini suka membantu, warga yang toleran, yang punya waktu untuk terus berbuat baik. Insya Allah, kebaikan kita akan dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda. Dan ini, juga bagian dari ibadah,” ungkap Hasan kepada jamaah haji dari Kudus.

Pada tahun ini, jamaah haji dari Kudus sejumlah 1395 jamaah, yang berangkat dengan kloter 68, 69, 70, 71 dan 72. Sesuai jadwal, rombongan kloter awal berangkat dari Kudus pada 29 Mei 2024, serta kloter terakhir pada 30 Mei 2024. (AS/YM) .

KOMENTAR SEDULUR ISK :