Hijau di Tengah Kota: Usaha Selada Hidroponik di Langgardalem Raup Cuan

oleh -234 Dilihat
Tumbuh Subur di Area Rumah, Potret Arief Bersama Selada Hidroponik yang Manjakan Mata. (Sumber Foto: Sabrina Putri Ramadhani)

Kudus, isknews.com – Di tengah perkembangan trend pertanian modern, hidroponik menjadi salah satu peluang usaha yang bisa meraup omset hingga jutaan rupiah. Selada hidroponik menjadi salah satu jenis selada yang paling banyak dicari oleh masyarakat luas karena jenis selada ini sangat berbeda dengan selada konvensional. Salah satu petani selada hidroponik yang kini sukses dengan usaha yang dijalankannya adalah Arief Fasahan, tanpa bergabung dengan UMKM dan berhasil berdiri sendiri di tengah hiruk pikuk Kota Kudus.

Usaha yang berdiri sejak tahun 2022 dan diberi nama Galuralam ini telah sukses memasarkan selada hidroponik yang dikelolanya. “Target utama dari usaha selada hidroponik ini seperti Kebab Turki, kemudian kafe, catering, dan hotel,” tutur petani selada hidroponik, Arief.

Menjadi salah satu jenis selada yang paling diminati masyarakat luas, usaha selada hidroponik mampu bertahan dengan keunggulan yang dimilikinya. Dibandingkan dengan selada konvensional yang ditanam di tanah, selada hidroponik Galuralam tampil lebih menarik. Bentuknya yang tidak berbatang, tekstur yang renyah, lebih tahan lama, dan tentunya tidak menggunakan pestisida. “Selada hidroponik bisa bertahan selama 6 sampai 7 hari setelah dipanen,” lanjut Arief.

Siklus tanam selada hidroponik memakan waktu antara 45 sampai 50 hari setelah biji ditanam. Setelah dipanen, selada hidroponik ini akan dipasarkan melalui media sosial seperti Instagram dan juga Google Maps sebagai kanal utama. Hal ini akan memudahkan para konsumen untuk menemukan lokasi dari usaha Galuralam yang dimiliki oleh Arief.

Namun, dalam menjalankan usaha hidroponiknya Arief mengaku hal yang paling sulit adalah saat pembuatan instalasi yang memakan biaya hingga Rp1 juta per meter persegi. Sebagai petani mandiri, tentu Arief memiliki harapan untuk usahanya agar lebih dikenal oleh masyarakat luas sehingga bisa meningkatkan produksi selada hidroponik setiap harinya. “Mungkin kalau ada dana dari pemerintah untuk meningkatkan produksi selada, saya sangat terbuka untuk itu,” ujarnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :