Hindari Ketegangan Antar Balon Kades dan Pendukungnya, Pemasangan APK Harus Sesuai Jadwal

oleh

Kudus, isknews.com – Jelang pelaksanaan Pilkades serentak 2019 Kabupaten Kudus, sejumlah bakal calon kepala desa melakukan segala daya upaya untuk memperkenalkan figur diri  baik personal maupun visi dan misinya yang salah satunya dengan cara memasang sejumlah tanda gambar atau alat peraga kampanye untuk di ketahui oleh warga pemilihnya.

Namun bila menilik dari tahapan sesuai dengan jadwal Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Tahapan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) sudah dijadwalkan pada tanggal 12 – 17 November mendatang.

Gambar (kiri) Sebuah APK balon kades di salah satu sudut desa Kajar yang sempat membuat ketegangan warga, sementara gambar (kanan) suasana saat anggota satpol PP Kecamatan Dawe melaksanakan pembersihan APK Pilkades di wilayahnya (foto: istimewa)

Hanya saja, dalam realisasinya di sejumlah desa sejumlah balon kades mulai mencuri start dengan melakukan pemasangan APK. Sebelum adanya penetapan calon oleh Panitia Pemilihan (Panlih) yang rencanaya akan dilakukan pada tanggal 1 November mendatang.

Seperti yang terjadi di Desa Kajar kecamatan Dawe Kudus hari ini, sejumlah anggota Satpol PP Kecamatan Dawe terpaksa melakukan pembersihan terhadap sejumlah APK milik salah satu bakal calon kepala desa setempat akibat dianggap meresahkan dan melanggar zona-zona tempat-tempat APK.

Pasalnya pada hari sebelumnya telah terjadi ketegangan antar pendukung balon mengenai upaya “curi start” kampanye berupa pemasangan APK  oleh salah satu balon kades desa setempat bahkan di tempat yang secara zonasi dilarang dilakukan pemasangan APK.

Atas kejadian tersebut yang bersangkutan telah di undang oleh Panitiya Pemilih setempat akibat adanya sejumlah protes dari warga dan balon kades yang lain untuk melakukan tahapan kampanye sesuai dengan tahapan dan jadwal.

“Kami memang meminta yang bersangkutan untuk melepas APK yang telah dipasang di sejumlah titik sesuai dengan regulasi dan tahapan pilkades dan guna menghindari pertikaian dengan balon atau pendukung sejumlah balon kades yang lain,” ujar Nova Khotibul Umam ketua Panlih Pilkades Kajar melalui kominikasi WA, Selasa (29/10/2019).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Adi Sahono melalui Kabid Pemerintahan Desa, Arif Suwanto menyatakan sebagaimana pasal 101 Perbup nomor 33 tahun 2019, setiap orang dilarang melaksanakan kampanye diluar jadwal yang ditetapkan baik sebelum maupun sesudahnya.

Dilanjutkan pada pasal 103 yang menyebutkan jika pelanggar akan dikenai sanksi tertulis hingga penghentian kampanye di tempat kejadian pelanggaran. Dimana sanksi ini diberikan oleh panlih dengan bukti yang sah.

“Sebenarnya pemasangan APK sebelum masa kampanye tidak diperbolehkan,” ujarnya, Selasa (29/10/2019).

Namun, lanjut Arif, pihaknya memberikan toleransi kepada para balon. Dengan memperbolehkan pemasangan APK yang menuat foto dan nama balon saja.

“Saya tegaskan sekali lagi ya, hanya foto dan nama lengkap. Tanpa embel-embel Calon Kades atau Mohon Doa Restu. Maupun kalimat apapun yang intinya memohon dukungan,” tegas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :