Hujan Disertai Angin Kencang Rusak Ruang Kelas di Mejobo, Dua Siswa Luka Ringan

oleh -721 Dilihat
Kepala SD Islam Nurul Yasin, Santi Ika Latsarwati, saat menunjukkan atap sekolah yang jebol diterjang angin kencang, Selasa (18/11/2025).

Kudus, isknews.com – Kegiatan belajar TPQ di SD Islam Nurul Yasin, Desa Mejobo, berubah mencekam setelah hujan deras disertai angin kencang menerjang pada Senin petang (17/11/2025).

Atap ruang kelas IV jebol dan sebagian terbang tersapu angin saat sedang digunakan untuk KBM. Dua siswa dilaporkan mengalami luka ringan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB ketika sekitar 20 siswa tengah mengikuti pembelajaran TPQ.

Hembusan angin tiba-tiba menghantam bagian utara sekolah, membuat plafon bergoyang kuat sebelum akhirnya jebol separuh. Para siswa langsung panik dan berhamburan keluar kelas untuk menyelamatkan diri.

“Anak-anak panik dan pada nangis. Untungnya plafonnya itu miring dulu, tidak langsung ambrol semua, jadi mereka bisa keluar cepat dan tidak ada yang tertimpa,” ujar Kepala SD Islam Nurul Yasin, Santi Ika Latsarwati, Selasa (18/11/2025).

Tak hanya ruang kelas IV, musala di lantai dua serta bangunan baru sisi selatan sekolah juga terdampak angin kencang.

Menurut Santi, posisi sekolah yang langsung berhadapan dengan area persawahan tanpa pembatas membuat hembusan angin lebih leluasa menghantam bangunan.

“Saat ini anak-anak kami pindah sementara ke gedung selatan. Kelas V juga kami amankan dan dipindah ke ruang laboratorium karena khawatir terjadi hal serupa,” tambahnya.

Perangkat Desa Mejobo sekaligus pengurus yayasan, Mahmudi, mengungkapkan bahwa dua siswa mengalami luka ringan akibat terburu-buru berlari keluar ruang kelas. Keduanya telah mendapatkan penanganan dan kondisi mereka stabil.

“Anginnya datang sangat cepat. Waktu itu kelas sedang dipakai TPQ, jadi anak-anak langsung kaget dan lari keluar. Syukurlah tidak ada korban serius, hanya dua yang luka kecil,” jelas Mahmudi.

Kerusakan pada atap kelas dan musala membuat kegiatan belajar sementara dialihkan ke ruang lain.

Menurut Mahmudi, kerugian sementara ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Pendataan kerusakan masih berlangsung, sementara yayasan merencanakan perbaikan segera.

“Kami sudah cek semua titik kerusakan dan berharap perbaikan bisa segera dilakukan supaya pembelajaran kembali normal,” imbuhnya. (YM/YM)