Hujan Lebat Pertama di Kudus Jembatan 2 Desa Kesambi Tersumbat Gunungan Sampah Domestik

oleh

Kudus, isknews.com – Seperti prediksi BMKG awali bulan November ini di wilayah Kabupaten Kudus dan sekitarnya akan mulai dilanda hujan sebagai awal memasuki musim penghujan yang pada tahun ini datangnya terbilang terlambat.

Hujan lebat pertama yang mengguyur wilayah kota kretek Sabtu kemarin (02/11/2019) tak urung berakibat pada penumpukan sedimen sampah di Jembatan 2 Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo Kudus. Jembatan diatas aliran sungai Piji ini dipenuhi dengan tumpukan sampah yang menggunung.

Sampah yang didominasi patahan kayu, bambu dan sampah domestik rumah tangga itu, nampak memenuhi setiap sudut Sungai Piji. Guna mengantisipasi adanya hujan susulan yang berpotensi menimbulkan banjir. Perangkat desa Kesambi dan petugas PSDA Kabupaten Kudus membersihkan tumpukan sampah tersebut.

TRENDING :  Muspika Mejobo Sukses Gelar Karya Bhakti

Camat Mejobo, Harso Widodo mengatakan penumpukan sampah yang berasal dari hilir Sungai Piji tersebut merupakan permasalahan tahunan. Utamanya setiap kali awal musim hujan tiba. Dan sudah menjadi kebiasaan bagi warga setempat untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut.

“Awal musim penghujan ini, kami gerakkan masyarakat untuk kerja bakti membersihkan sungai,” ucapnya, Minggu (03/11/2019).

Hanya saja untuk Desa Kesambi, Harso menyebut perlu adanya penanganan khusus. Mengingat sungai tersebut kerap terjadi penumpukan sampah dan karakter khusus.

TRENDING :  ISK PEDULI : Salurkan Ribuan Genting Donasi Dari Sedulur ISK untuk Korban Puting Beliung Kandangmas

Dimana aliran sungai pada Jembatan 3 dan 4 mengalami penyempitan. Sehingga jika tidak ditangani dengan tepat, maka rawan mengakibatkan jebolnya tanggul dan banjir.

Penumpukan sedimen sampah yang didominasi batang dan ranting bambu di Jembatan 2 Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo pasca hujan lebat mengguyur Kota Kretek (Foto: YM)

Dia membeberkan, jika tumpukan sampah terjadi di Jembatan 1 dan 2 biasanya dibersihan sebagian saja. Tujuannya, agar derasnya kucuran air dari hilir dapat dikurangi. Sehingga meminimalisir jebolnya tanggul hingga banjir di Jembatan 3 dan 4.

“Beda kalau tumpukan sampah terjadi di Jembatan 3 atau 4, yang harus segera dibersihkan. Karena sangat rawan menyebabkan tanggul di sana jebol,” tegasnya.

Untuk menuntaskan permasalahan tersebut, Harso menghimbau seluruh masyarakat yang berdomisili di bantaran sungai untuk bisa berkontribusi aktif menjaga kebersihan sungai. Salah satunya dengan tidak membuang sampah di sungai.

TRENDING :  Dampak Kekeringan di Pati 4.377 Jiwa Butuh Air Bersih

Tak hanya itu, peningkatan koordinasi dengan stakeholder terkait seperti BBWS dan PUPR terus dilakukan pihaknya. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi.

“Kami sudah mohonkan bantuan normalisasi sungai dengan beghoe long arm ke BBWS. Ini kita masih tunggu kabar selanjutnya, sementara dari pihak BBWS sudah ada lampu hijau untuk mendatangkan Beghoenya, tinggal koordinasi waktu pelaksanaan kerja baktinya” pungkas Camat Harso saat ditemui di lokasi tak jauh dari Jembatan 2 Desa Kesambi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :