HUT 101 Damkar: Apresiasi Partisipasi Swasta Dalam Pemadaman Bencana Kebakaran di Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Peringatan HUT ke 101 Pemadam Kebakaran (Damkar) Indonesia diperingati di Alun-alun simpang Tujuh Kudus. Meski dibawah cuaca yang mendung dan bahkan sempat turun hujan, namun acara apel siaga yang dipimpin oleh Plt Bupati Kudus tetap berjalan dengan hidmat, Minggu (01/03/2020).

Sejumlah petugas pemadam kebakaran dari berbagai unit pemadam kebakaran di Kudus baik petugas Damkar Pemkab yang berada dibawah Satuan Polisi Pamong Praja Kudus maupun unsur pasukan pemadam dari perusahaan-perusahaan swasta turut menyemarakkan acara. Antusiasme peserta tetap terjaga meski apel berjalan dibawah rintik gerimis.

Hardi Cahyana, instruktur Pemadam kebakaran dari PR Djarum saat menjelaskan peralatan yang digunakan oleh tim pemadam kebakaran yang di asuhnya (Foto: YM)

Plt. Bupati Kudus Hartopo dalam pidatonya membacakan pesan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, meyakini tugas Pemadam Kebakaran sangat mulia. Pasalnya, petugas Damkar tak hanya menyelamatkan harta benda saat terjadi kebakaran, namun juga menyelamatkan nyawa manusia.

“Pemadam kebakaran punya peran vital bagi masyarakat. Mereka tak hanya selamatkan harta benda, tapi juga yang paling utama menyelamatkan nyawa manusia,” ujarnya.

Tak hanya itu, korps yang masyhur dengan semboyan “Pantang Pulang Sebelum Padam” itu juga mengerjakan tugas-tugas kemanusiaan lainnya. Di Kudus, mereka acap kali membantu unit kegawatdaruratan.

TRENDING :  ​Karang Taruna Kabupaten Kudus bagikan 2000 bibit Cabe

Misalnya, petugas Damkar memusnahkan sarang tawon Vespa Affinis yang sempat marak di Kudus tahun lalu. Kerja-kerja sosial tersebut, bagi Hartopo, merupakan panggilan jiwa untuk berbuat banyak bagi masyarakat. Oleh karena itu, Hartopo menyematkan sebutan bagi personil Damkar sebagai relawan sejati.

“Kerja-kerja sosial ini terus mereka lakukan. Maka sudah selayaknya jika saya sebut mereka sebagai relawan sejati. Kita bisa menemukan dengan mudah orang yang jiwa sosialnya tinggi, ya, disini (Damkar),” jelasnya.

Terkait dengan jumlah branwir yang ada di Kudus, Hartopo menyebut kondisi saat ini jauh dari kata ideal. Pihaknya menuturkan, Pemerintah Kabupaten Kudus hanya memiliki 4 branwir.

Oleh sebab itu, jika terjadi kebakaran, Pemerintah Kabupaten Kudus dan perusahaan menjalin kolaborasi. Hal tersebut menjadikan penanganan kebakaran di Kudus dapat teratasi dengan baik. Namun, Pemerintah Kabupaten Kudus tetap berikhtiar agar penambahan branwir segera dilakukan.

“Untuk mobil pemadam kebakaran, kita berupaya untuk upgrade. Saat ini kurang ideal karena kita hanya punya 4 unit. Namun, berkat kolaborasi yang apik dengan perusahaan yang ada di Kudus, kekurangan yang kita miliki dapat tertutupi sehingga bencana kebakaran dapat diatasi,” imbuhnya.

TRENDING :  Meriah, Pentas Aksi Seni Anak Anak TKAT Birrul Walidain Kudus di Arena CFD

Terakhir, korps Pemadam Kebakaran mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang Unggul Guna Terwujudnya Perlindungan Masyarakat Menuju Indonesia Maju.

Tema tersebut sejalan dengan visi misi pemerintah maupun visi misi pemadam kebakaran internasional, yakni To Prevent Fires, Safe Property, and Lives melalui layanan pencegahan serta penanggulangan kebakaran dan penyelamatan yang dilakukan secara profesional dan terlatih.

Usai apel HUT Damkar ke-101, Hartopo bersama Forkopimda Kudus meninjau pelbagai peralatan Pemadam Kebakaran seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), baju tahan api, tabung gas, dan lainnya. Tak hanya itu, Hartopo juga sempat melihat kecanggihan branwir milik PT. Djarum yang memiliki teknologi terbaru. Total sebanyak 20 branwir yang dipamerkan pada saat apel.

Sementara itu Kepala Satpol PP kabupaten Kudus, Jati Solechah mengatakan jumlah armada pemadam kebakaran di Kudus kurang lebih terdapat  40 an unit. Baik itu milik pemkab Kudus maupun milik perusahaan –perusahaan yang ada di Kudus. Sedangkan jumlah personil mencapai 200 orang.

TRENDING :  Alhamdulilah Hadiah Lomba Video Ucapan Selamat Bupati Terpilih Disampaikan Langsung Bupati , Berikut Para Juaranya

Dengan jumlah armada damkar dan sumber daya manusa yang ada serta adanya kolaborasi antara pemkab dan pihak swasta, maka itu sudah cukup untuk menjangkau semua wilayah Kudus bila terjadi musibah kebakaran.

“Kami sangat mengapresiasi peran perusahaan swasta dan Tim Pemadam kebakarannya yang selalu gigih dalam membantu ppemadaman dalam peristiwa atau bencana kebakaran yang melanda rumah atau lahan masyarakat Kudus,” tuturnya.

Bila mengandalkan armada milik pemkab Kudus yang hanya memiliki empat armada dengan usia armada sudah lebih dari 10 tahun.

“Tentunya sangat berat,” ujar Djati.

Idealnya kata Jati, untuk pendekatan wilayah per kecamatan terdapat 1 unit armada damkar yang standby. Selama ini lanjut Jati Solechah, Satpol PP yang ditunjuk sebagai koordinator damkar bersama dengan damkar swasta terjalin komunikasi yang baik.

“Termasuk bersama – sama melakukan pelatihan SDM guna meningkatkan kualitas dan profesionalisme personil. Apalagi kata dia, selalu ada perkembangan baru dalam ilmu bidang damkar yang harus selalu diikuti,” tutur dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :