Imbas Longsor Jalur Barat Muria, Pengemudi Ojek Colo Banyak Pilih Tak Beroperasi

oleh -604 Dilihat
Foto: Kondisi ojek colo muria, (ist.)

Kudus, isknews.com – Longsornya jembatan di jalur barat menuju kawasan wisata Muria berdampak serius pada aktivitas pengemudi ojek wisata Colo. Sejak akses utama dari arah barat terputus, sebagian besar pengemudi memilih tidak beroperasi karena sepinya wisatawan yang berkunjung.

Kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi para pengemudi ojek yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata religi Makam Sunan Muria. Penurunan jumlah peziarah membuat pendapatan mereka anjlok drastis.

Anggota Paguyuban Ojek Colo, Abdurrahman, mengatakan longsornya jembatan menyebabkan arus pengunjung dari arah barat Kudus terhenti total. Padahal, jalur tersebut merupakan salah satu akses utama bagi wisatawan yang hendak menuju kawasan Colo.

“Dampaknya terasa sekali. Kendaraan yang biasanya melintasi jalur barat kini tidak bisa melewatinya sama sekali. Otomatis wisatawan berkurang dan pendapatan kami ikut turun,” ujarnya.

Meski demikian, Abdurrahman menjelaskan bahwa masyarakat masih dapat mengakses Colo melalui jalur timur, seperti rute Kudus–Colo dan Pati–Colo. Kendaraan roda dua hingga mobil kecil masih bisa mencapai kawasan wisata dengan pengaturan tertentu.

“Motor masih lancar, mobil kecil dan elf masih bisa. Tapi bus besar belum memungkinkan. Ini sangat berpengaruh karena bus biasanya membawa rombongan besar,” jelasnya.

Sejak longsor terjadi pada 9 Januari lalu, aktivitas ojek wisata menurun tajam. Jika sebelumnya pengemudi bisa mengangkut banyak peziarah dalam sehari, kini kendaraan yang masuk ke kawasan Colo sangat terbatas.

“Sekarang rata-rata hanya dua sampai tiga mobil saja per hari. Jauh sekali dibandingkan kondisi normal, apalagi saat akhir pekan,” katanya.

Paguyuban Ojek Colo sendiri menaungi sekitar 260 pengemudi. Namun akibat cuaca ekstrem, akses yang terbatas, serta menurunnya jumlah wisatawan, sebagian besar anggota memilih berhenti sementara. ahkan, pengelola menyebut bahwa pengemudi yang masih mangkal hanya mencapai kurang dari 10 persen dari total anggota.

“Banyak teman-teman yang akhirnya libur. Kalau tidak ada penumpang, mau bagaimana lagi. Kondisinya memang berat,” ungkap Abdurrahman.

Di sisi lain, pemerintah daerah disebut telah meninjau lokasi longsor. Pemerintah provinsi bersama Balai Jalan Nasional merencanakan penguatan jalur lama sebagai solusi sementara agar masyarakat dapat kembali menggunakan akses tersebut. Mereka menargetkan perbaikan selesai dalam waktu sekitar satu bulan.

Para pengemudi ojek berharap pihak terkait mempercepat proses perbaikan dan menyampaikan informasi kondisi akses secara jelas kepada masyarakat. Menurut mereka, kepastian informasi sangat penting agar wisatawan tidak ragu untuk kembali berkunjung ke kawasan Muria.

“Kawasan Colo sebenarnya masih aman. Harapan kami, akses segera normal dan wisatawan kembali datang supaya ekonomi warga bisa pulih,” pungkasnya. (AS/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.