Inilah Urutan Kirab Visualisasi Dandhangan Sore Tadi

oleh -1,134 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Dalam rangka menyambut Ramadhan yang merupakan bulan istimewa bagi seluruh Muslim di manapun berada.Hal ini dikarenakan, pada bulan tersebut dicanangkan sebagi bulan ibadah yakni menjalankan Puasa selama satu bulan penuh. Dibeberapa wilayah, penyambutan terhadap datangnya bulan suci ini dilaksanakan dengan berbagai cara dan kemasan.

Kabupaten Kudus yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam atau masyarakat Muslim, juga memiliki semacam upacara tradisi dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan ini dengan kemasan dan cara yang unik serta spesifik karena memiliki nilai beda dibanding dengan beberapa wilayah yang lain. Tradisi unik dan spesifik yang dimiliki masyarakat Kabupaten Kudus tersebut berupa “Penetapan dimulainya menjalankan ibadah puasa Ramadhan” ditandai dengan ‘Penabuhan Bedug’ yang dilakukan oleh Bupati Kudus Musthofa.

Kirab visualisasi tradisi dandangan yang berlangsung tahun ini tetap menjadi magnet atau daya tarik masyarakat. Setidaknya ribuan masyarakat Kudus yang dengan setia menunggu momen tahunan tersebut berlangsung, hingga rela menungu dengan setia sejak pukul 14.00 WIB, Minggu (5/6) di sepanjang jalan menuju alun-alun Simpangtujuh Kudus.

Menurut Sujatmiko, seniman asal Jekulo yang kali ini di percaya menjadi pengarah dan sutradara kirab, saat ditemui di lokasi menjelaskan, Kirab yang diawali pasukan vorijder yang merupakan pembuka Jalan diawali dengan Moge dan mobil dari Kepolisian Dinas Perhubungan dan Drumband, serta barisan umbul-umbul dari MA Banat sebagai barisan pendahuluan kemudian diikuti Barisan Potensial Desa Wisata, yang di ikuti para peserta kirab yang membawa spanduk identitas desa.

Selanjutnya peragaan tokoh Sunan Kudus Ja’far Shodiq yang diperagakan oleh para karyawan BNI Syariah, berikutnya  Barisan replika, tradisi dan histori masyarakat Kudus, dengan menampilkan unsur jawa pada masa lampau, yang terdiri Barisan Penabuh Gamelan yang di peragakan oleh siswa siswi SMA 1 Gebog, Barisan Masyarakat Adat Jawa oleh SMP 2 Jati, dan kelompok Pembawa Uba Rampe Among-among dari SMP 5, dilanjutkan kelompok rohani dari SMA 1 Jekulo dan Bedug Rampak dari SMA 1 Kudus.

Pada barisan kirab berikutnya adalah mengetengahkan tema Unsur islam, yang menampilkan Musik Rebana dari SMP 1, Barisan Masyarakat Santri oleh SMP 2, visualisasi tradisi Nyadran oleh SMA 2 serta gadis Pingitan yang diperagakan oleh SMP 3.

Unsur berikutnya adalah visualisasi keterlibatan masyarakat tionghoa di kabupaten Kudus dalam mewarnai relung kehidupan masyarakat kudus dari masa ke masa, visualisasi menampilkan iringan Tetabuhan Tionghoa dari SMA 2 Bae, dan Barisan Masyarakat Tionghoa oleh siswa siswi SMA 1 Bae.)

Visualisasi masyarakat Kudus pada tempo dulu diperagakan oleh SMA 1 Mejobo  dan  SMK PGRI 1 Mejobo, sementara Kelompok ‘Mremo” juga ditampilkan Mremo’ Kuliner Khas oleh MA Mualimat, Mremo’ Dolanan oleh SMP 4, dan ‘Mremo’ Pernak- Pernik oleh SMP 1 Jati. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :