Inovasi Bupati Kudus, Mendorong Indonesia Naik Kelas

oleh -1,081 kali dibaca

JAKARTA-Seminar Nasional bertema “Indonesia Naik Kelas” digelar di Grand Ballroom, Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (7/11), menghadirkan pembicara dari kalangan eksekutif BUMN dan swasta, serta kepala daerah.

Acara yang dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara ini dan  turut menghadirkan Bupati Kudus H. Musthofa sebagai pembicara. Yaitu pada seminar sesi 3 yang mengangkat tema “Membangun Indonesia dari Daerah dengan Inovasi”.

Moderator seminar ini dari Dosen PPM School of Management Dr Wahyu T Setyobudi. Selain Bupati Kudus, pembicara lain dalam seminar ini adalah Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto dan Bupati Kendal Mirna Annisa.

Seminar ini diharapkan bisa mendorong semangat masyarakat, perusahaan, dan negara menjadi bangsa yang naik kelas. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi motor bagi kemajuan bangsa Indonesia. Termasuk upaya kecil dalam menggelorakan semangat berkompetisi dalam diri, masyarakat, dan negara dalam berbagai bidang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kudus yang kini sedang menyelesaikan program S3 Doktoral Ilmu Sosial Undip ini mengatakan ada 3 outline di daerah terkait inovasi. Yaitu ekonomi kerakyatan, pelayanan publik, serta capaian yang didapat. Dengan tujuan utama pemerintah adalah kesejahteraan rakyat.

Dikatakannya, bahwa literasi keuangan di daerah masih rendah. Untuk itu dirinya terus berinovasi untuk menaikkan kelas bangsa (khususnya di daerahnya), dengan mempercepat akses keuangan daerah. Untuk bisa merealisasikan cita-citanya ini, Bupati Kudus menggandeng OJK membentuk tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD).

“Aplikasi nyata di Kudus akan kami pilih desa pandai sebagai percontohan desa produktif. Di mana masyarakatnya melek lembaga keuangan, termasuk edukasi menabung sejak dini,” jelas Ketua Harian Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang ini.

Ihtiar yang sudah dilakukannya selama menjabat bupati 8 tahun silam ini juga memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian di Kudus. Yaitu dengan pemberdayaan UMKM berupa pelatihan keterampilan kerja yang dibarengi dengan pemberian fasilitas kredit tanpa jaminan yaitu kredit usaha produktif (KUP).

“Pemerintah hadir memberikan solusi. Kami akan terus dorong masyarakat untuk kreatif dan inovatif mengembangkan usahanya,” jelas pembina forum UMKM Jawa Tengah ini.

Selain itu, Pak Musthofa tak maengesampingkan sektor lain. Yaitu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta kemudahan untuk masyarakat dalam mendapatkan layanan. Pendidikan sudah digratiskan mulai SD hingga SMA/SMK negeri. Selain kemajuan pendidikan kejuruan berkualitas yang dibangun tanpa APBD. Bahkan sekarang masyarakat Kudus gratis di kelas III rumah sakit hanya dengan KTP.

“Kami juga membangun aplikasi belajar siswa selama 24 jam. Yaitu dengan sipintar (sistem informasi pendidikan nusantara, red). Siswa akan belajar all day school dengan asyik dan menyenangkan,” imbuhnya.

Untuk lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi dan menyampaikan keluhan, Bupati menggagas Kudus cyber city. Yang akan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat secara online. Yaitu dengan menggunakan gadget/smartphone.

“Tetapi kami tetap membuka komunikasi secara langsung dengan masyarakat. Melalui bupati lapor rakyat atau open house, kami akan selalu dekat dengan masyarakat,” imbuhnya.

Di akhir paparan dan menjawab sejumlah pertanyaan, Pak Musthofa mengatakan semua upayanya ini hanya untuk kesejahteraan masyarakat. Karena baginya, mengabdi lebih berarti dari pada membanggakan diri.

Seminar Nasional  ini dibagi dalam tiga sesi. Seminar Sesi I, dimoderatori oleh Rektor Universitas Paramadina Profesor Firmanzah, dengan tema “Menjadikan BUMN Lokomotif Pembangunan”. Hadir sebagai pembicara Direktur Utama PT Garuda Indonesia Muhammad Arif Wibowo, Direktur BTN Catur Budi Harto, dan Director Strategy and Business Development PGN M Wahid Sutopo.

Seminar Sesi II, mengambil tema “Transformasi Bisnis melalui Teknologi dan Digital Platform” dipandu pakar marketing Yuswohady. Pembicara dalam seminar ini adalah Direktur Utama BRI Asmawi Syam, Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Eni V Penggabean, dan Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo Ripy Mangkoesoebroto. Sedangkan 3 kepala daerah tersebut masuk sesi 3.

Sementara closing speech serta penutupan kegiatan dilakukan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro. Yang memberikan apresiasi pada kepala daerah untuk terus berinovasi.(GP)

KOMENTAR SEDULUR ISK :