Inovasi Dakwah Digital, Aplikasi Si Gandrung asal Kudus Raih Juara 1 Nasional PENAIS Award 2025

oleh -295 Dilihat
Mc. Mifrohul Hana atau akrab disapa Gus Gandrung, berhasil meraih Juara 1 Tingkat Nasional kategori Penguatan Moderasi Beragama dalam ajang bergengsi Penerangan Agama Islam (PENAIS) Award 2025. (Foto: ist.)

Nasional, isknews.com – Inovasi dakwah digital kembali lahir dari Kudus. Melalui aplikasi Si Gandrung (Sistem Konsultasi Moderasi Beragama dan Resensi Buku Pejuang Agama), Mc. Mifrohul Hana atau akrab disapa Gus Gandrung, berhasil meraih Juara 1 Tingkat Nasional kategori Penguatan Moderasi Beragama dalam ajang bergengsi Penerangan Agama Islam (PENAIS) Award 2025.

Kompetisi yang digelar Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI pada 23–26 Agustus 2025 di Jakarta itu menghadirkan 10 finalis dari berbagai provinsi. Gus Gandrung sukses menjadi yang terbaik dengan nilai 166,34, mengungguli peserta dari Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Bali, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan DI Yogyakarta.

Dari Buku ke Aplikasi Digital

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa inovasi, teknologi, dan spiritualitas dapat berjalan beriringan dalam dakwah. Sejak 2017, Gus Gandrung telah menorehkan kontribusi intelektual lewat penerbitan 21 buku Moderasi Beragama yang menjadi rujukan literasi toleransi, keberagaman, dan harmoni di masyarakat.

Inovasi itu mencapai puncaknya pada 7 Januari 2022, ketika ia meluncurkan Aplikasi Si Gandrung berbasis WhatsApp. Aplikasi ini memadukan layanan konsultasi keagamaan digital dengan resensi buku tokoh moderasi. Hingga kini, aplikasi tersebut telah diakses lebih dari 19.886 pengguna, memperoleh rating bintang 5, dan bisa diunduh melalui Play Store.

Dari Kudus untuk Nasional

Pada 2024, keberhasilan penerbitan 21 buku dan aplikasi Si Gandrung menghantarkan Kabupaten Kudus ditetapkan sebagai Lokasi Prototipe Moderasi Beragama Tingkat Nasional mewakili Jawa Tengah. Gagasan itu berlanjut pada rencana pembangunan Ikon Kampung Moderasi Beragama di Desa Tanjungkarang, Kudus, yang diharapkan bisa terealisasi pada 2025.

Perjalanan Panjang

Prestasi ini diraih melalui proses panjang. Gus Gandrung telah aktif mengikuti lomba penyuluh sejak 2018, mulai dari Juara 2 Penyuluh Teladan Jawa Tengah (2018 & 2019), Juara 1 PAI Award Nasional (2022), Juara 2 PAI Award Jateng (2024), hingga akhirnya Juara 1 Nasional PENAIS Award 2025.

“Moderasi bukan hanya konsep, tapi jalan hidup yang perlu dijaga, dirawat, dan diwariskan – mulai dari desa, oleh rakyat, untuk Indonesia,” ujar Gus Gandrung usai menerima penghargaan.

Inspirasi untuk Generasi Muda

Kini, Gus Gandrung menjadi simbol penyuluh agama Islam yang mampu menghadirkan dakwah adaptif, berbasis teknologi, namun tetap berakar pada spiritualitas. Ia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berjuang, dan berkontribusi nyata bagi bangsa. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :