Issabel, Siswi yang Saat PTS Daring Datangi Sekolah, Kini Telah Miliki HP

oleh

Kudus, isknews.com – Pemberitaan atas hadirnya seorang siswi bernama Issabel Carroline Haryadi (13), Siswi SMPN 2 Kudus yang terpaksa harus datang ke sekolah untuk mengerjakan Penilaian Tengah Semester (PTS) akibat tak memiliki HP.

Hal tersebut mengundang simpati pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus untuk mebantu anak kelas 8 tersebut dengan memberikan sebuah smartphone.

Dipimpin langsung oleh Ketua DPC PKB Mukhasiron yang hadir bersama bendaharanya Suparno, mereka mengunjungi rumah orangtua Issabel di RT 3 RW 3 Desa Nganguk Kecamatan Kota untuk menyerahkan bantuan sebuah smartphone baru merek Samsung kepada putri kedua Romi Haryadi yang sehari-hari adalah pedagang bubur ayam di kawasan lapangan Rendeng.

Issabel saat menerima bantuan HP dari ketua DPC PKB Kudus Mukhasiron (Foto: YM)

“Mbak Issabel ini kan menjadi perhatian warga Kudus terkait keterbatasan dirinya yang mengalami kendala saat mengikuti kegiatan PTS disekolahnya akibat tak bisa memiliki HP. Kami dari PKB terketuk untuk bisa meringankan beban keluarga mbak Isabel dengan memberikan bantuan HP beserta kuota datanya, sehingga bisa langsung dipakai,” kata Mukhasirin saat ditemui di rumah Issabel.

Diharapkannya, pihak sekolah dan pemerintah kabupaten untuk lebih peka terhadap kondisi siswa-siswi di Kudus yang orang tuanya memiliki keterbatasan ekonomi, dengan memikirkan solusi untuk hal-hal seperti ini.

“Barangkali banyak siswa-siswi seperti Issabel yang belum terkaver, sehingga perlu ada perhatian baik dari pihak sekolah maupun pemerintah Kabupaten Kudus,” tutur dia.

Issabel Carroline Haryadi (13), Siswi SMPN 2 Kudus yang terpaksa harus datang ke sekolah untuk mengerjakan Penilaian Tengah Semester (PTS) akibat tak memiliki HP. (Foto: YM)

Sementara itu Romi Haryadi, mengaku sebagai pedagang bubur ayam, pekerjaannya sangat terimbas dengan adanya pandemi Covid-19, ia mengaku penghasilannya sangat menurun drastis. Dirinya senang dengan bantuan HP tersebut, dia berharap ini akan menyelesaikan permasalahan kebutuhan sarana penunjang belajar bagi anaknya.

“Saya berterima kasih pada PKB Kudus atas bantuan ini, sehingga mulai sekarang anak-anaknya tidak akan lagi bergantian HP saat PTS daring maupun kegiatan belajar dari dengan kakak dan adiknya,” ungkap Romi.

Seperti diketahui, sebelumnya diberitakan seorang siswi bernama Issabel hadir seorang diri di sekolah saat ada kegiatan PTS daring. Dia mengaku terpaksa mengerjakan PTS di sekolah sebab handphone andoid di rumahnya terbatas.

Keluarganya hanya memiliki satu ponsel android dan ponsel tersebut digunakan untuk pembelajaran daring tiga orang. Yakni, kakaknya, Issabel dan adiknya.

“Kakak saya, kelas 9 SMP. Waktu ujiannya bersamaan, handphone-nya dipakai kakak. Makanya saya mengerjakan PTS di sekolah,” ujar gadis berjilbab merah tersebut, Senin, 14 September 2020.

Selama ini, masih kata Issabel, pembelajaran daring yang dilakukannya memang belum maksimal. Keterbatasan handphone membuat dia dan dua saudarnya harus saling bergantian saat belajar.

“Kalau belajar atau mengirim tugas masih bisa digunakan bergantian. Kalau PTS waktunya berbarengan, makanya tidak bisa bergantian,” terang dia.

Alasan inilah, yang selanjutnya membulatkan tekat Issabel untuk datang dan mengerjakan PTS di sekolah. Terlebih, SMP 2 Kudus sebelumnya telah mengumumkan siap membatu fasilitas daring bagi siswanya yang membutuhkan.

“Di sini memberikan fasilitas handphone dan laptop bagi siswa yang mengalami kesulitan pembelajaran daring. Makanya saya berani datang ke sini,” tuturnya.

Sebelumnya, Sujarwo, Kepala SMP 2 Kudus membenarkan jika sekolahnya memberikan fasilitas daring bagi siswanya yang membutuhkan.

“Tadi pagi saya dapat info kalau ada siswa yang mengerjakan PTS di sekolah karena tidak punya handphone android. Untuk hari pertama ini, kami persilahkan dia PTS di sekolah. Besok, siswa tersebut akan kami fasilitasi handphone agar bisa PTS di rumah seperti rekan-rekannya,” jelasnya.

Dia mengaku beberapa waktu lalu ada lima siswanya yang bernasib serupa. Mereka terpaksa belajar ke sekolah karena tidak memiliki smartphone.

Selanjutnya, oleh pihak sekolah mereka diberi fasilitas handphone dan kuota. Fasilitas ini diberikan pihaknya secara cuma-cuma pada siswa selama proses pembelajaran masih secara daring.

“Issabel ini tidak masuk dalam lima yang kemarin kami pinjami handphone. Jadi Issabel ini jadi tambahan baru. Secepatnya akan kami belikan smartphone, agar dia bisa PTS daring di rumah,” sebut dia.

Menurut Jarwo, pengadaan handphone daring ini tidak menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Melainkan bersumber dari dana sertifikasi para guru.

“Jadi ini murni dana dari para guru untuk siswa,” sahutnya.

Sebagaimana jadwal kegiatan PTS di SMP 2 Kudus berlangsung mulai tanggal 14 – 21 September 2020. PTS dilakukan dengan sistem daring menggunakan Office 365.

Ada sekitar 800 siswa yang mengikuti PTS daring ini. Setiap harinya, siswa mengerjakan dua mata pelajaran, dengan durasi satu jam per mata palajaran.

Dari pantauan media ini, informasi terakhir yang diperoleh, pihak sekolah SMPN 2 Kudus telah menepati janjinya dengan memberikan Issabel sebuah HP. Sebelum sorenya ia juga memperoleh bantuan HP lagi dari DPC PKB Kudus.(YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :