Jacksen Tiago: MLSC All-Stars 2026 Jadi Mata Rantai Penting Women’s Soccer Trilogy

oleh -644 Dilihat
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago (Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.com – Persaingan pada MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 dipastikan berlangsung semakin ketat. Tak hanya menghadirkan 12 tim terbaik dari berbagai kota di Indonesia, ajang yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, pada 23-28 Juni itu juga menjadi bagian penting dari Women’s Soccer Trilogy 2026 yang disiapkan sebagai jalur pembinaan berkelanjutan bagi pesepak bola putri usia dini.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago, mengatakan kualitas persaingan pada MLSC All-Stars tahun ini meningkat dibandingkan musim sebelumnya. Hal itu terlihat dari pemerataan kemampuan para pemain hasil seleksi yang dilakukan tim pencari bakat bersama para pelatih dari berbagai daerah.

Tim pemandu bakat kami melihat persaingan yang jauh lebih merata dan kompetitif dibanding tahun sebelumnya. Ditambah lagi, All-Star tahun ini menjadi bagian penting dari trilogi sepak bola putri nasional, yang akan membuka jalan bagi para pemain terbaik untuk melangkah ke turnamen besar berskala internasional,” kata Jacksen saat ditemui di Supersoccer Arena, Kudus, Senin (22/6).

Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia itu menegaskan, MLSC All-Stars 2026 bukan sekadar turnamen untuk mengejar gelar juara. Menurutnya, kompetisi usia dini harus mengedepankan pembentukan karakter dan perkembangan pemain agar mampu mencapai potensi terbaiknya di masa depan.

Ini momen luar biasa untuk menikmati permainan. Memang ada piala yang diperebutkan, tetapi yang paling penting manfaatkan momen ini untuk menciptakan sejarah dan kenangan yang indah karena ini langkah awal menuju puncak karier kalian. Tugas pelatih bukan memaksa mereka meraih kemenangan, tapi membuat mereka berkembang hingga bisa bertemu dengan potensi terbaik di masa depan,” ujarnya.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menambahkan MLSC All-Stars 2026 merupakan puncak dari pembinaan sepak bola putri usia dini yang telah berlangsung sepanjang musim kompetisi. Ribuan talenta dari berbagai kota telah diseleksi untuk menghadirkan para pemain terbaik di Kudus.

MilkLife Soccer Challenge All-Star 2026 merupakan puncak dari komitmen kami dalam mengawal ekosistem sepak bola putri usia dini di Indonesia. Setelah menyaring ribuan talenta berbakat dari berbagai kota, kami membawa para calon srikandi terbaik ini ke panggung All-Star di Kudus dengan satu tujuan besar, yaitu mematangkan mental juara dan mempersiapkan mereka menjadi fondasi masa depan Tim Nasional Putri Indonesia,” ungkap Teddy.

Berbeda dengan edisi sebelumnya yang menggunakan format 7 lawan 7, pada tahun ini MLSC All-Stars menerapkan format 9 lawan 9. Durasi pertandingan juga diperpanjang menjadi dua babak masing-masing 20 menit dengan waktu istirahat 10 menit. Jumlah pemain tiap tim turut ditambah dari 14 menjadi 16 pemain termasuk cadangan.

Sebanyak 12 tim dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Kudus, Samarinda dan Banjarmasin akan bersaing memperebutkan gelar juara. Mereka dibagi ke dalam tiga grup, dengan fase penyisihan berlangsung pada 23 hingga 25 Juni menggunakan sistem setengah kompetisi.

Juara dan runner-up dari masing-masing grup, ditambah dua tim peringkat ketiga terbaik, akan melaju ke babak perempat final yang berlangsung pada 26 Juni. Selanjutnya, pertandingan akan menggunakan sistem gugur hingga partai final pada 28 Juni mendatang.

MLSC All-Stars 2026 sendiri menjadi pembuka rangkaian Women’s Soccer Trilogy 2026 yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation. Setelah turnamen ini, para pemain terbaik akan mendapat kesempatan melanjutkan persaingan di HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-15 dan U-18 pada 5-12 Juli serta Srikandi Merdeka Cup U-16 pada 14-23 Agustus mendatang.

Dengan sistem berjenjang tersebut, diharapkan semakin banyak talenta muda yang siap mengisi masa depan Tim Nasional Putri Indonesia. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.