Jadikan Blora Pusat Komoditi Holtikultura

oleh -165 Dilihat

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, mulai galakkan gerakan penanaman buah di wilayahnya. Untuk merubah Blora menjadi pusat komoditi Holtikultura, mengingat Blora selama ini terkenal gersang karena lebih banyak pohon jati.

Secara simbolis, gerakan tanam buah tersebut dipusatkan di kebun jambu kristas yang ditanam pada tahun 2016 lalu, Desa Tempuran Kecamatan Blora, Senin (20/3/2017).

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Blora, Djoko Nugroho, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Reni Miharti, Forkopimcam Blora, serta perwakilan kelompok tani yang ada di Kabupaten Blora.

Tidak hanya melakukan penanaman jambu di lokasi, Bupati Blora memberikan bantuan bermacam bibit tanaman buah kepada 5 kelompok tani yang hadir. Dengan total 1900 batang tanaman buah.

“Tolong semua bibit tanaman yang kita bagikan untuk ditanam dan dirawat sebaik mungkin,” kata Kokok, sapaan Bupati Blora.

Menurutnya, menanam buah itu harus dirawat seperti halnya merawat anak. Tanaman juga perlu perawatan dan perhatian agar bisa berbuah dengan baik. “Jika ada kendala, segera konsultasikan dengan petugas penyuluh pertanian terdekat. Saya ingin Blora yang dahulunya terkesan gersang karena didominasi jati, kini harus bisa menjadi pusat komoditas holtikultura,” ujarnya.

Sementara, Reni Miharti, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, menjelaskan, bahwa petani tidak perlu menunggu waktu panen buah yang telah ditanam. Pasalnya, dalam melakukannya bisa menggunakan sistem tumpang sari.

Seperti halnya yang dilakukan warga Tanggel Kecamatan Randublatung. Sembari menunggu pohon jeruknya berbuah dalam kurun waktu 3 tahun, petani disana melakukan tanam tumpang sari.

“Petani disana melakukan tumpang sari dengan menanam cabai merah, terong dan sayuran lainnya diantara pohon jeruk. Sehingga walaupun belum mendapatkan hasil dari jeruknya. Sudah bisa merasakan panen cabai, terong dan lainnya,” ungkapnya. (as)

KOMENTAR SEDULUR ISK :