Jalan Nasional di Jepara Mendesak Untuk Dilebarkan

oleh -1,197 kali dibaca
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Di Kabupaten Jepara terdapat sekitar 28 KM jalan nasional yang ditetapkan sejak April 2015 oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR). Akan tetapi, hingga kini peningkatan jalan tersebut belum optimal dilakukan oleh pemerintah pusat. Padatnya arus lalu lintas dan vitalnya keberadaan jalan tersebut lantaran menjadi jalur utama aktifitas hilir mudik angkutan PLTU tanjung Jati B mendesak untuk segera dilakukan pelebaran. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD Jepara Agus Sutisna, beberapa waktu lalu.
 
Berdasarkan beberapa survey yang dilakukan oleh Komisi D DPRD Jepara, jalan nasional yang ada di Jepara merupakan jalan nasional yang paling sempit dibandingkan dengan daerah lainnya. Untuk itu, Agus berharap agar Kementrian PU-PR dalam melakukan perencanaan ke depan agar lebih komprehensif, utamanya saat melakukan pelebaran sesuai dengan kualitas yang diharapkan. Untuk ruas jalan yang ada juga harus dilengkapi dengan system drainase yang representative.
 
Menurut Agus Sutisna, ada beberapa hal yang kurang efektif di Kementrian PU-PR dalam peningkatan kualitas jalan nasional ini. Menurutnya, yang dimaksud peningkatan kualitas jalan diantaranya yakni pelebaran jalan. Di lapangan, katanya, pengisian bahu jalan dengan beskos, padahal hampir seluruh ruas jalan belum dilengkapi dengan drainase yang representative sehingga saat musim hujan materialnya akan habis. “Pada saat ada pekerjaan pelebaran jalan, tidak dilakukan terlebih dahulu dengan pengerasan dan hanya beskos yang dilapisi dengan hotmiks dengan ketebalan 8-10 cm,” katanya.
 
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jepara Budiarto. Menurut Budiarto, jalan nasional sepanjang 28 KM perlu pelebaran yang eksisting sekarang juga, utamanya di jalan Soekarno-Hatta. Walaupun sudah cukup lebar, tetapi untuk kecepatan 60 KM/jam tidak enak. “Saat ini ada beberapa titik yang dilebarkan, namun menimbulkan masalah ketika jam-jam sibuk menyebabkan macet yang parah. “Dengan kondisi ini, maka pelebaran perlu dilakukan secara keseluruhan di sepanjang jalur jalan nasional,” ujar Budiarto.
 
Sedangkan Kepala Bappeda Jepaea Edy Sudjatmiko mengatakan, Pemkab Jepara mengajukan permohonan perpanjangan jalan nasional sampai ke PLTU Tanjung Jati B. Perpanjangan ini diperlukan karena banyak kendaraan angkut dari PLTU baik yang membawa limbah maupun bahan-bahan lain yang cukup membuat rusak jalan yang dilewati. “Jika jalan nasional diperpanjang sampai dengan PLTU, maka biaya perbaikan jalan bisa dibiayai oleh Negara. Selain itu, keberadaan imbah PLTU juga sangat mengganggu masyarakat. Selain karena merusak jalan juga dari sisi polusi,” jelas Edy. (ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.