Jawa Tengah Kuasai Pencak Silat dan Sambo di PON Bela Diri Kudus 2025

oleh -644 Dilihat
Atlet Jawa Tengah di PON Bela Diri Kudus 2025. (Foto: ist.)

Kudus, isknews.com – Kontingen Jawa Tengah menunjukkan taringnya pada ajang PON Bela Diri 2025 yang digelar di Kabupaten Kudus. Dua cabang olahraga (cabor) bergengsi, yakni sambo dan pencak silat, berhasil mereka kuasai dengan raihan sejumlah medali emas, menegaskan dominasi Jateng sebagai kekuatan utama di ajang multi-event nasional tersebut.

Pada cabang sambo, Jawa Tengah mencatat prestasi gemilang dengan perolehan lima medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu. Capaian itu menempatkan Jateng di puncak klasemen akhir, disusul Kalimantan Timur dengan empat emas, tiga perak, dan tujuh perunggu, serta DKI Jakarta yang menempati posisi ketiga dengan empat emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Technical Delegate Sambo, Budi Setianto, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pertandingan yang berjalan tertib dan lancar. Ia menilai kesuksesan teknis dan sportivitas yang tinggi dari para atlet tidak lepas dari kerja sama solid antara KONI, panitia pelaksana, dan tim teknis cabang olahraga.

“Pertandingan sambo di Kudus berjalan sangat baik. Panitia dan semua pihak bekerja dengan luar biasa. Harapannya, ajang seperti ini bisa menjadi kalender tetap dan semakin matang di penyelenggaraan berikutnya,” ujarnya.

Tak hanya di sambo, Jawa Tengah juga mendominasi cabang pencak silat dengan torehan enam medali emas dan satu perunggu. Hasil itu melampaui target awal kontingen, yang semula hanya menargetkan tiga medali emas.

Manajer Tim Pencak Silat Jawa Tengah, Sigit Infantoro, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, perjuangan keras para atlet dan pelatih membuahkan hasil yang luar biasa, meski waktu persiapan terbilang singkat.

“Masa persiapan seluruh kontingen hampir sama, waktunya pendek. Tapi hasilnya di luar ekspektasi kami. Target tiga emas terlampaui jadi enam emas dan satu perunggu. Ini bukti kerja keras, doa, dan semangat seluruh tim,” ucap Sigit.

Enam atlet Jateng yang sukses menyumbang emas antara lain Ni Gusti Rosia Pratiwi (tanding C putri), Muhammad Faizal Ivanda (tanding F putra), Butsaina Okta Yusnita (jurus tunggal putri), Rizki Mieko Yunandriya (tanding B putra), Syufi Nafiza Kharin (tanding D putri), dan Kirana Tias Savira (tanding E putri).

Dalam laga final, Muhammad Faizal Ivanda tampil dominan dan menumbangkan lawannya dari Lampung, Muhammad Rizki Tama, dengan skor telak 39–9. Ia mengaku kemenangan itu merupakan hasil kerja keras dan kekompakan tim selama masa persiapan.

“Kami berusaha tampil fokus dan maksimal di setiap pertandingan. Alhamdulillah bisa memberikan hasil terbaik untuk Jawa Tengah,” ujar Faizal.

Sementara itu, di tabel medali keseluruhan cabor pencak silat, Jawa Tengah berada di posisi puncak dengan tujuh medali (enam emas dan satu perunggu), diikuti DKI Jakarta dengan delapan medali (tiga emas, dua perak, tiga perunggu), dan Lampung di urutan ketiga dengan lima medali (dua emas, dua perak, satu perunggu).

Keberhasilan menguasai dua cabang olahraga sekaligus menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi paling menonjol dalam penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Dominasi ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan atlet bela diri di Jateng terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kami bangga karena atlet-atlet Jateng bisa tampil luar biasa di kandang sendiri. Ini hasil dari proses panjang pembinaan yang konsisten dan sinergi semua pihak,” tutup Sigit. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :