Sukun Youth Series III Panen Pengalaman, Pelatih SCM Lampung Tekankan Proses Bukan Target

oleh -572 Dilihat
Pertandingan Sukun Youth Series III. (Foto: ist.)

Kudus, isknews.com – Gelaran Sukun Youth Series III musim 2025-2026 tak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga ladang pengalaman berharga bagi para atlet muda. Hal itu ditegaskan mantan pemain Tim Nasional Tenis Meja Indonesia, Gilang Maulana, yang menilai turnamen ini lebih penting sebagai ruang pembelajaran dibanding sekadar mengejar target kemenangan.

Kini menjabat sebagai pelatih SCM Lampung, Gilang mengaku terkesan dengan penyelenggaraan seri ketiga tersebut. Menurutnya, kualitas pertandingan semakin meningkat, terutama dengan hadirnya pemain kelas dunia asal Malaysia yang menambah warna kompetisi.

Ia menilai atmosfer pertandingan terasa berbeda dan lebih kompetitif. Kehadiran atlet internasional tersebut, kata dia, membuka peluang bagi pemain muda Indonesia untuk merasakan tekanan dan pola permainan dengan level yang lebih tinggi.

Dengan tambahan pemain dari Malaysia, tentu pengalaman anak-anak semakin kaya. Banyak hal yang bisa dipelajari dan dijadikan bahan evaluasi setelah pertandingan,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Karena itu, Gilang mengaku tidak membebani anak didiknya dengan target muluk. Ia lebih menekankan pentingnya proses, mental bertanding, serta kemampuan membaca permainan lawan sebagai bekal jangka panjang.

Menurutnya, hasil akhir memang penting, namun pembentukan karakter dan peningkatan kualitas permainan jauh lebih utama dalam pembinaan usia muda. Ia berharap para atlet mampu memaksimalkan momentum Sukun Youth Series III sebagai sarana mengasah kemampuan sekaligus memperluas pengalaman bertanding di level yang lebih kompetitif. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :