Jadi Andalan Timnas, Safira asal Kudus Sumbang Emas di Belgium Open 2026

oleh -7 Dilihat
Safira Dwi Meilani menerima medali emas usai tampil gemilang di nomor tanding Kelas B putri (50–55 kg) pada 25th Belgium Open Pencak Silat Championship 2026 di Sporthal Vordenstein, Schoten, Belgia. Prestasi ini semakin menegaskan perannya sebagai andalan timnas Indonesia di kancah internasional. (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Atlet pencak silat asal Kabupaten Kudus, Safira Dwi Meilani, kembali menunjukkan perannya sebagai andalan tim nasional dengan menyumbangkan medali emas dalam ajang 25th Belgium Open Pencak Silat Championship 2026. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan kiprahnya di level internasional.

Bertanding di Sporthal Vordenstein, Schoten, Belgia pada 24–26 April 2026, Safira tampil impresif di nomor tanding Kelas B putri (50–55 kg). Ia mampu mengendalikan pertandingan sejak babak awal hingga memastikan diri melaju ke partai final.

Di laga puncak, Safira berhasil mengatasi perlawanan pesilat asal Singapura. Kemenangan tersebut mengantarkannya naik ke podium tertinggi sekaligus mengibarkan bendera Merah Putih di kancah internasional.

“Alhamdulillah, bisa kembali meraih emas untuk Indonesia dan Kudus. Ini sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Terima kasih atas doa dan dukungannya,” ujar Safira melalui pesan WhatsApp, Senin (27/4/2026) dini hari.

Safira merupakan bagian dari skuad Timnas Pencak Silat Indonesia yang menurunkan 10 atlet terbaik, terdiri dari tujuh atlet putra dan tiga atlet putri. Rombongan bertolak dari Jakarta pada Selasa (21/4/2026) dini hari untuk mengikuti kejuaraan tersebut.

Secara keseluruhan, tim Indonesia berhasil mengoleksi empat medali emas dalam turnamen ini. Meski demikian, kejuaraan Belgium Open 2026 sejatinya dijadikan sebagai ajang uji coba guna mengasah kemampuan teknik dan mental sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Sejumlah atlet lain yang tergabung dalam tim antara lain Mujadidi Faizha Adhim, Muhammad Zaki Zikriullah, Tito Hendra Septa, Iqbal Chandra Pratama, Asep Yuldan Sani, Andika Dhanireksa, dan Rano Slamet Nugraha di sektor putra. Sementara di sektor putri terdapat Deslya Anggraini dan Andini Gwenda Cahyadewi Aklis.

Keberhasilan Safira dan tim Indonesia juga menjadi dorongan positif dalam upaya memperkenalkan pencak silat ke tingkat yang lebih luas. Saat ini, Indonesia bersama sejumlah negara tengah mendorong agar cabang olahraga tersebut dapat dipertandingkan secara resmi di Asian Games Nagoya, Jepang.

Sebelumnya, Safira juga mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas pada SEA Games 2025 di Thailand di nomor yang sama. Konsistensi tersebut semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu atlet unggulan Indonesia.

Prestasi yang diraih Safira di Belgia diharapkan mampu memotivasi generasi muda, khususnya di Jawa Tengah, untuk terus berlatih dan berprestasi hingga ke level internasional. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :