SMP Negeri 3 Kudus Raih Juara 1 Apresiasi Video Inspiratif Tingkat Nasional

oleh -321 Dilihat
Foto: istimewa

Kudus, isknews.com – SMP Negeri 3 Kudus kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sekolah tersebut berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Apresiasi Video Inspiratif (AVI) yang diumumkan pada awal Desember 2025 melalui media sosial resmi penyelenggara.

Kepala SMP Negeri 3 Kudus, Sunaryo, menjelaskan bahwa kompetisi AVI merupakan ajang nasional yang menampilkan video kisah inspiratif dari satuan pendidikan dalam mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun, khususnya melalui penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS).

“Alhamdulillah, SMP Negeri 3 Kudus berhasil meraih juara satu tingkat nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah kami karena karya yang kami angkat benar-benar berangkat dari kondisi nyata di lapangan,” ujar Sunaryo.

Ia menjelaskan, video berdurasi sekitar empat menit tersebut mengangkat kisah nyata anak-anak dari latar belakang rentan sosial yang nyaris putus sekolah. Dalam video tersebut, SMP Negeri 3 Kudus menampilkan proses pembinaan hingga pendampingan yang dilakukan sekolah agar anak-anak tetap melanjutkan pendidikan.

“Cerita yang diangkat itu real. Ada anak yang sebelumnya bekerja, berjualan, bahkan mengemis karena tuntutan ekonomi keluarga. Kami dampingi, kami bina, dan anaknya memang diperankan oleh anak aslinya,” jelasnya.

Sunaryo menambahkan, upaya pendampingan tersebut dilakukan melalui kerja sama lintas sektor, mulai dari wali kelas, pihak sekolah, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga Universitas Muria Kudus (UMK), khususnya Fakultas Psikologi.

“Kalau di sekolah sudah kesulitan menangani, kami ajak kerja sama pihak luar. Termasuk Fakultas Psikologi UMK untuk membantu pendampingan agar anak-anak tidak sampai benar-benar putus sekolah,” imbuhnya.

Menariknya, anak-anak yang sebelumnya masuk kategori rentan putus sekolah tersebut kini justru menunjukkan perkembangan positif, bahkan ada yang mampu menorehkan prestasi di bidang olahraga hingga tingkat Jawa Tengah.

“Setelah dibina, anak-anak ini tidak hanya kembali bersekolah, tetapi juga berprestasi. Ini yang ingin kami tularkan ke sekolah lain, agar bergerak bersama memperhatikan anak-anak yang hampir meninggalkan bangku sekolah,” katanya.

Kompetisi Apresiasi Video Inspiratif ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua. Untuk kategori SMP, SMP Negeri 3 Kudus berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul perwakilan dari Kalimantan di posisi kedua, dan Kabupaten Pati di posisi ketiga.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkomitmen mendukung Wajib Belajar 13 Tahun. Satu langkah kecil dari sekolah, kami berharap bisa memberi dampak besar bagi Indonesia,” pungkas Sunaryo. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :