Kudus, isknews.com – Sebanyak 159 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kudus mengikuti tes parade dengan pemeriksaan ketat, mulai dari postur tubuh hingga pengecekan tato dan tindik, di Lapangan Tennis Indoor Angga Sasana Krida, Senin (13/4/2026).
Dalam tahap seleksi ini, setiap peserta diperiksa secara detail oleh tim gabungan dari TNI-Polri, meliputi unsur Kodim 0722/Kudus dan Polres Kudus. Pemeriksaan dilakukan satu per satu untuk memastikan kesesuaian fisik dengan standar Paskibraka.
Aspek yang dinilai meliputi ketegapan bahu, kelurusan tangan, hingga kondisi kaki seperti bentuk O atau X. Selain itu, petugas juga memastikan tidak adanya tato maupun tindik pada tubuh peserta sebagai bagian dari persyaratan seleksi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus, Andrias Wahyu Adi Setiawan, menjelaskan bahwa tes parade merupakan lanjutan dari tahapan seleksi kesehatan yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Peserta yang mengikuti tes ini adalah mereka yang dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan. Dari total 221 peserta, sebanyak 62 tidak lolos, sehingga tersisa 159 peserta yang terdiri dari 98 putra dan 61 putri,” jelasnya.
Ia menambahkan, peserta yang berhasil melewati tahap ini akan melanjutkan ke seleksi berikutnya, yakni tes Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dijadwalkan pada 16–17 April 2026.
Selanjutnya, para peserta akan mengikuti tes kesamaptaan pada 21–22 April 2026, sebelum memasuki tahapan seleksi kepribadian. Pada tahap ini, peserta akan menjalani psikotes, wawancara, serta penelusuran minat, bakat, dan rekam jejak, termasuk aktivitas di media sosial.
“Seleksi kepribadian akan dilaksanakan pada 28 hingga 30 April 2026 sebagai bagian dari penilaian menyeluruh terhadap calon Paskibraka,” tambahnya.
Dari seluruh rangkaian seleksi tersebut, nantinya akan dipilih 64 peserta terbaik untuk bertugas sebagai Paskibraka Kabupaten Kudus pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 44 peserta putra dan 20 peserta putri.
Andrias juga menyebutkan, peserta dengan peringkat terbaik, baik putra maupun putri, akan diikutsertakan dalam seleksi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu, pengumuman hasil akhir di tingkat kabupaten akan menunggu hasil seleksi dari provinsi.
“Harapannya ada perwakilan dari Kudus yang bisa lolos hingga tingkat provinsi bahkan nasional. Karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat untuk mendapatkan yang terbaik,” pungkasnya. (AS/YM)







