Pengukuhan 44 Guru Inti PBG, Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kudus

oleh -22 Dilihat
Foto: Dok. Diskominfo Kudus

Kudus, isknews.com – Pengukuhan 44 Guru Inti Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Kudus menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung di Wisma Djarum, Ploso Kudus, Jumat (17/4/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.

Sebanyak 44 guru dari berbagai jenjang pendidikan resmi dikukuhkan sebagai Guru Inti PBG periode 2026–2030. Mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui kolaborasi, inovasi pembelajaran, serta penguatan komunitas belajar di masing-masing satuan pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Kudus menyampaikan apresiasi kepada Bakti Pendidikan Djarum Foundation atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan dunia pendidikan di Kabupaten Kudus. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih maju.

“Dukungan dari Bakti Pendidikan Djarum Foundation sangat berarti dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Sinergi seperti ini perlu terus dijaga agar memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Kudus,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Guru Inti PBG memiliki peran penting sebagai agen perubahan di lingkungan pendidikan. Para guru yang telah dikukuhkan diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan menjadi penggerak peningkatan kualitas pembelajaran.

“Kami optimistis para Guru Inti ini dapat menjalankan tugas dengan baik serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kudus,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya penerapan nilai “BerBUDAYA” dalam menjalankan peran sebagai pendidik. Nilai tersebut mencakup berbudi pekerti, adaptif terhadap perubahan, serta aktif dalam berkarya, sebagai landasan dalam membangun pendidikan yang unggul dan berkarakter.

“Guru harus mampu menjadi teladan, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan terus berinovasi dalam pembelajaran. Dengan begitu, pendidikan di Kudus dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PBG Kudus periode 2026–2030, Achmasepti Kumala, menyebut pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal dalam memperkuat peran guru sebagai agen perubahan di sekolah masing-masing.

Ia menjelaskan, PBG menjadi wadah bagi para guru untuk terus mengembangkan profesionalisme melalui kegiatan belajar bersama, berbagi praktik baik, serta peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.

“PBG diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi para guru untuk saling berkolaborasi dan menguatkan, sehingga kualitas pembelajaran di Kabupaten Kudus semakin meningkat,” pungkasnya.(AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :