Mifrohul Hana Lolos 10 besar PAI Award Nasional 2025 Lewat Aplikasi SI GANDRUNG

oleh -154 Dilihat
Foto: Mc. Mifrohul Hana saat menerima penghargaan.

Kudus, isknews.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) asal Kabupaten Kudus, Mc. Mifrohul Hana. Berkat inovasinya menciptakan aplikasi SI GANDRUNG (Singkatan dari Konsultasi Moderasi Beragama dan Resensi Buku Pejuang Agama), ia berhasil masuk 10 besar nominasi terbaik PAI Award Nasional 2025 dalam kategori Penguatan Moderasi Beragama.

Aplikasi SI GANDRUNG menjadi terobosan digital yang menawarkan ruang edukatif untuk dialog antarumat beragama, penguatan nilai-nilai toleransi, serta literasi kebangsaan yang inklusif. Inovasi ini menjadikan dakwah tak lagi terbatas di mimbar, tetapi menjangkau ruang virtual yang lebih luas dan relevan dengan masyarakat masa kini.

“Ini bukan hanya tentang aplikasi, tapi gerakan sunyi yang mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan merawat keberagaman,” ujar Mifrohul Hana.

Keberhasilan aplikasi ini bahkan menjadi salah satu faktor utama ditetapkannya Kabupaten Kudus sebagai Lokasi Prototipe Moderasi Beragama Provinsi Jawa Tengah, melalui SK Dirjen Bimas Islam Nomor 1033 Tahun 2024. Tak berhenti di ranah digital, Mifrohul juga menggagas pembangunan Ikon Kampung Moderasi Beragama di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati. Langkah ini menjadi bentuk nyata dari moderasi sebagai laku hidup masyarakat sehari-hari.

Nama Mifrohul Hana pun kini sejajar dengan delapan penyuluh lainnya dari Provinsi Jawa Tengah yang juga lolos 10 besar PAI Award Nasional 2025. Di antaranya Rosyid Muhammadi (Wonosobo), Kambali (Karanganyar), Tasripan (Grobogan), Faidus Sa’ad (Banyumas), Mustaqim (Salatiga), Miftachul Azizi (Temanggung), Muh. Ngirhashon (Klaten), dan Herawati Suyatno P (Karanganyar).

Deretan nama tersebut menjadi bukti bahwa Jawa Tengah adalah gudangnya penyuluh berintegritas, kreatif, dan berdampak nyata di tengah masyarakat.

Ajang penghargaan PAI Award Nasional sendiri akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus 2025. Dukungan dan doa pun terus mengalir agar Mifrohul Hana mampu meraih Juara I dan mengharumkan nama Kudus di pentas nasional.

Namun, lebih dari sekadar gelar, perjuangan ini telah membuktikan bahwa transformasi sosial dapat dimulai dari desa, dari penyuluh, dan dari keberanian menciptakan perubahan.

Dari Kudus, cahaya moderasi itu menyala. Dan dari tangan Mifrohul Hana, semangat kebangsaan dan toleransi ditanamkan dengan penuh cinta di tengah keberagaman Indonesia. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :