Jelang Muria Trail Run 2026, Ratusan Peserta Ambil Race Pack di Museum Jenang Mubarok

oleh -936 Dilihat
Sejumlah peserta Muria Trail Run 2026 berfoto bersama usai mengambil Race Pack Collection (RPC) di Aula Batik Museum Jenang Mubarok, Kudus, Jumat (31/7/2026). Pengambilan race pack menjadi rangkaian awal menjelang pelaksanaan Muria Trail Run 2026 yang akan digelar di Desa Rahtawu dengan mengusung konsep Stride for Sustainability dan Eco Green Sport Tourism. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Menjelang pelaksanaan Muria Trail Run (MTR) 2026, ratusan peserta mulai mengambil race pack atau paket perlombaan di Aula Batik Museum Jenang Mubarok, Kudus, Jumat (31/7/2026). Pengambilan race pack menjadi rangkaian awal sebelum para pelari mengikuti ajang trail run yang akan digelar di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog.

Event Director Muria Trail Run 2026, Yudha Kristiawan, mengatakan panitia menyediakan dua lokasi pengambilan race pack untuk memudahkan peserta. Hari pertama dilaksanakan di Museum Jenang Mubarok mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB, sedangkan hari kedua dijadwalkan pada Sabtu (1/8/2026) di Balai Desa Rahtawu mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

“Kami berharap peserta selalu memantau media sosial resmi Muria Trail Run, terutama Instagram, karena seluruh informasi terkait jadwal, rundown, hingga ketentuan perlombaan kami sampaikan melalui kanal tersebut,” ujarnya saat ditemui di sela Race Pack Collection.

Yudha menjelaskan, Muria Trail Run 2026 mengusung tema Stride for Sustainability dengan konsep Eco Green Sport Tourism. Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai unsur yang mengedepankan kelestarian lingkungan sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada seluruh peserta.

Salah satunya terlihat pada kemasan race pack yang menggunakan besek berbentuk tas sebagai pengganti tote bag. Pemilihan besek dilakukan untuk menghadirkan nuansa tradisional khas pedesaan sekaligus mengurangi penggunaan bahan yang kurang ramah lingkungan.

Selain jersey resmi, race pack juga diisi berbagai produk unggulan UMKM Kudus dan kawasan lereng Muria. Beberapa di antaranya berupa sirup parijoto, camilan berbahan parijoto, kopi Muria, hingga Jenang Mubarok yang menjadi salah satu sponsor resmi penyelenggaraan MTR 2026.

“Kami ingin sejak peserta mengambil race pack mereka sudah merasakan identitas Kudus. Tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga mengenal produk lokal dan budaya masyarakat di sekitar kawasan Muria,” katanya.

Tak hanya menghadirkan konsep ramah lingkungan, panitia juga memberi perhatian besar terhadap faktor keselamatan peserta. Seluruh pelari diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan sebelum memperoleh izin mengikuti perlombaan.

Menurut Yudha, pemeriksaan dilakukan oleh tim medis yang dipimpin Dr. Andi. Proses tersebut tidak hanya memeriksa kelengkapan surat keterangan sehat, tetapi juga melakukan skrining langsung terhadap kondisi fisik peserta, termasuk tekanan darah dan indikator kesehatan lainnya.

Peserta yang dinyatakan dalam kondisi prima akan diberi penanda berwarna hijau. Sementara peserta yang memerlukan perhatian khusus memperoleh stiker kuning, sedangkan peserta dengan risiko tinggi akan diberikan stiker merah serta diminta menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai rekomendasi dokter.

“Pesan kami sederhana, garis finis yang sebenarnya adalah ketika peserta bisa kembali ke rumah dengan selamat. Karena itu aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Muria Trail Run,” tegasnya.

Hingga sehari menjelang perlombaan, jumlah peserta telah mencapai sekitar 500 orang atau sesuai target panitia. Para pelari berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kudus dan sekitarnya, Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan, Batam, hingga sejumlah provinsi lainnya. Bahkan, ajang tahun ini juga diikuti peserta mancanegara asal Korea Selatan dan Kanada.

Yudha menambahkan, Muria Trail Run 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan dibanding penyelenggaraan perdana tahun lalu. Selain kategori 8 kilometer, 15 kilometer, 30 kilometer, dan 40 kilometer, panitia juga membuka kelas Master pada nomor 30K dan 40K bagi peserta berusia 40 tahun ke atas.

Menurutnya, kelas tersebut dibuka agar pelari senior memiliki kesempatan berkompetisi secara lebih seimbang sesuai kelompok usia. Selain hadiah uang pembinaan bagi para juara, panitia juga memberikan hadiah berupa slot gratis untuk mengikuti Muria Trail Run edisi berikutnya.

Ia berharap seluruh peserta menjaga kondisi fisik menjelang perlombaan, termasuk menghindari aktivitas yang dapat mengurangi kebugaran. Di sisi lain, panitia juga berkomitmen memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Event ini kami harapkan menjadi milik bersama masyarakat Kudus. Selain menghadirkan olahraga, kami ingin kegiatan ini menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, hingga penginapan dan homestay milik warga di Rahtawu sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (AS/YM)