Juara Nasional, Santri MA Qudsiyyah Kudus Siap Berlaga di Arabic Reading Challenge Dubai

oleh -667 Dilihat
Muhammad Luqmanul Hakim, siswa MA Qudsiyyah Kudus, menunjukkan hasil pengumuman sebagai Juara II Arabic Reading Challenge Tingkat Nasional di hadapan awak media, Kamis (30/7/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Kesempatan tampil di panggung internasional berhasil diraih santri kelas XI MA Qudsiyyah Kudus, Muhammad Luqmanul Hakim (17). Berkat capaian sebagai Juara I kategori MA/SMA sederajat, Arabic Reading Challenge (ARC) tingkat nasional, ia dipercaya mewakili Indonesia pada ajang Arabic Reading Challenge Tingkat Internasional yang akan digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Oktober 2026.

Luqman merupakan warga Dukuh Banyuurip RT 2 RW 1, Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Putra pasangan Subari yang berprofesi sebagai guru dan Siti Ni’amah, ibu rumah tangga, itu merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Selain bersekolah di MA Qudsiyyah Kudus, ia juga menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Maimuniyyah Langgardalem, Kecamatan Kota, Kudus, di bawah asuhan KH Naf’an.

Minatnya terhadap bahasa Arab mulai tumbuh sejak menjalani kehidupan sebagai santri dan belajar di MTs Qudsiyyah. Sejak saat itu, Luqman semakin akrab dengan kitab-kitab berbahasa Arab hingga terdorong mengikuti berbagai kompetisi, mulai dari musabaqah qiraatul kutub hingga lomba bahasa Arab.

“Saya mulai menyukai bahasa Arab dan teks-teks Arab sejak mondok di Kudus. Karena itu saya sering mengikuti berbagai perlombaan yang berkaitan dengan qiraatul kutub maupun bahasa Arab,” tutur Luqman kepada awak media, Kamis (30/7/2026).

Ketekunannya membuahkan hasil sejak usia muda. Ketika masih duduk di bangku kelas VII MTs Qudsiyyah, Luqman berhasil meraih Juara II Musabaqah Qiraatul Kutub tingkat nasional setelah lolos dari seleksi berjenjang.

Memasuki kelas IX, prestasinya kembali bertambah melalui Olimpiade Bahasa Arab. Ia sukses menyabet Juara I tingkat Kabupaten Kudus, Juara III tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pekalongan, kemudian meraih Juara II tingkat nasional di Jakarta.

Saat melanjutkan pendidikan ke MA Qudsiyyah, deretan prestasinya terus bertambah. Ia pernah meraih Juara II kompetisi di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Juara I kompetisi bahasa Arab di Sarang, Juara II Sharia Academic Competition 2026, serta sejumlah penghargaan lain pada cabang qiraatul kutub dan bahasa Arab.

Prestasi terbarunya datang dari Olimpiade Bahasa Arab 2026. Pada ajang tersebut, Luqman kembali menjadi Juara I tingkat Kabupaten Kudus dan dijadwalkan mewakili daerahnya pada tingkat Provinsi Jawa Tengah di Magelang pada akhir Agustus mendatang.

Di tengah persiapan menghadapi Olimpiade Bahasa Arab tingkat provinsi, Luqman juga harus membagi fokus untuk menghadapi Arabic Reading Challenge tingkat internasional. Sejak proses seleksi berlangsung pada Mei hingga Juli, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk membaca berbagai buku berbahasa Arab.

Setiap buku yang dibaca tidak hanya dipahami, tetapi juga dirangkum secara manual. Setelah mencatat poin-poin penting, ia kembali menelaah dan memperbaiki hasil rangkumannya hingga menghasilkan tulisan yang lebih baik.

“Biasanya saya membaca lebih dulu, kemudian mencatat poin-poin pentingnya. Setelah dipahami, saya membuat ringkasan dengan tulisan tangan, lalu saya perbaiki lagi jika masih ada kalimat yang kurang pas supaya hasilnya lebih menarik,” jelasnya.

Pada tahap seleksi nasional, Luqman telah merampungkan rangkuman dari 25 buku bertema sirah atau sejarah Islam. Untuk menghadapi kompetisi di Dubai, ia memasang target yang lebih tinggi dengan menambah jumlah buku yang akan dirangkum.

“Target saya bisa merangkum 50 buku. Mudah-mudahan dapat tercapai sesuai yang saya harapkan,” katanya.

Luqman menilai berbagai pencapaian yang diraihnya tidak lepas dari dukungan orang tua, madrasah, pondok pesantren, serta guru pembimbing bahasa Arab, Muhammad Ali Mustaan. Menurutnya, mereka selalu memberikan motivasi dan memfasilitasi setiap kali mengikuti perlombaan.

“Saya sangat bersyukur karena orang tua, sekolah, pondok pesantren, dan guru pembimbing selalu mendukung serta membantu saya selama mengikuti berbagai kompetisi,” ungkapnya.

Di luar aktivitas belajar dan mengikuti perlombaan, Luqman gemar membaca, berolahraga, serta menonton pertandingan sepak bola. Ia berharap prestasi yang diraihnya dapat membanggakan kedua orang tua, guru, para kiai, dan teman-temannya. Mengenai rencana setelah lulus MA, ia mengaku masih menyiapkan berbagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan.

Ke depan, Luqman bercita-cita menjadi seorang dosen agar dapat terus mengembangkan keilmuannya di bidang bahasa Arab sekaligus berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MA Qudsiyyah Kudus, Zidni Ilma Hafi, mengatakan potensi Luqman sebenarnya sudah terlihat sejak masih belajar di MTs Qudsiyyah. Menurutnya, ketika melanjutkan ke jenjang MA, pihak sekolah tinggal mengarahkan dan mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki sehingga terus berkembang.

Sepanjang 2025 hingga 2026, kata Zidni, Luqman berhasil mengumpulkan berbagai prestasi bergengsi. Di antaranya Juara I Musabaqah Qiraatul Kutub Tingkat Nasional pada Pustaka Festival STAI Al-Anwar, Juara II MQK Dzikro PBA Unnes tingkat Jawa Tengah-DIY, Juara II MQK Tingkat Nasional pada Sharia Academic Competition 2026, hingga Juara I Olimpiade Bahasa Arab tingkat Kabupaten Kudus.

“Kami tentu bangga karena Luqman kini mendapat kesempatan membawa nama Indonesia pada kompetisi internasional,” ujar Zidni.

Kepala MA Qudsiyyah Kudus, Muh. Ali Yahya, juga menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia berharap Luqman mampu memberikan penampilan terbaik saat bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

Ia pun mengajak masyarakat untuk turut mendoakan agar Luqman selalu diberikan kesehatan, kelancaran, dan hasil terbaik selama mengikuti Arabic Reading Challenge di Dubai. Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang unggul dalam literasi bahasa Arab serta mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus mengukir prestasi. (AS/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.