Jumlah Penyuluh Pertanian di Kudus Belum Ideal

oleh

Kudus, isknews.com – Penyuluh pertanian memegang peran penting salah satunya meningkatkan produktifitas petani. Pelaksana tugas (Plt.) H.M. Hartopo juga meminta agar penyuluh pertanian semangat dalam menghadapi tantangan.

Hal tersebut disampaikan saat membuka seminar nasional Online Penyuluhan Pertanian DPD Perhiptani Kab. Kudus via konferensi video di ruang kerja Wakil Bupati Kudus, Kamis (27/8). 

Tantangan yang dihadapi penyuluh salah satunya jumlah penyuluh pertanian yang belum ideal. Hanya ada satu penyuluh pertanian per desa. Oleh karena itu, H.M. Hartopo berharap para penyuluh untuk dapat terus semangat mengemban tugas. 

“Meskipun jumlahnya sedikit, saya harap penyuluh pertanian tetap semangat dan tak pantang menyerah dalam menjalankan tugas,” ucapnya. 

Pihaknya menyampaikan penyuluh pertanian memerlukan pendekatan komprehensif dan bersama-sama korporasi untuk meningkatkan produktifitas petani, nilai tambah produk, dan kesejahteraan petani. Korporasi petani mengakses permodalan yang lebih besar dan meningkatkan minimal 3 kali ekspor.

Para penyuluh pertanian saat mengikuti training yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Pangan beberapa waktu lalu (Foto: istimewa) 

H.M. Hartopo menyampaikan saat ini penyuluh pertanian di Kabupaten Kudus berjumlah 55 orang. Pihaknya menyampaikan telah menyiapkan 1 miliar rupiah TPP untuk Tenaga Harian Lepas (THL) dan Tenaga Kontrak Pendamping (TKP) yang diangkat menjadi P3K.

Namun, sampai saat ini belum diangkat oleh pusat. H.M. Hartopo menyampaikan solusinya dengan mengangkat para tenaga penyuluh pertanian, mengangkat THL, TPPP, dan TKP menjadi P3K atau ASN dan diberdayakan sebagai penyuluh pertanian. Pihaknya juga akan memperbanyak tenaga penyuluh pertanian swadaya. 

“Beberapa solusi kami berikan terkait penyuluh pertanian. Salah satunya akan memperbanyak tenaga penyuluh pertanian swadaya,” tuturnya.

Dalam masa pandemi, pihaknya juga mengingatkan agar penyuluh pertanian selalu menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan memakai sabun, jaga jarak dan menghindari kerumunan. H.M. Hartopo berharap upaya tersebut dapat meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Mari kita tetap jalankan protokol kesehatan. Semoga pandemi segera berakhir,” harapnya.

Seperti diketahui peran petugas penyuluh lapangan dalam upaya meningkatkan usaha tani di Kabupaten Kudus secara umum sudah dilaksanakan dengan baik.

Beberapa program penyuluhan yang dilakukan diantaranya SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu), SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu), P4K (Pembinaan Peningkatan Pendapatan Petani Kecil) dan PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan). (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :