Kudus, isknews.com – Agenda Pasar Rakyat yang dijadwalkan akan dilaksankan di 9 Kecamatan di Kudus sudah mulai bergulir. Giliran pertama adalah Keccamatan Jati yang nantinya akan disusul dengan Kecamatan lain.
Kecamatan Jati menunjuk Desa Tumpanngkrasak sebagai pelaksana kegiatan Pasar Rakyat dan dikemas dengan konsep kekinian, yaki “Jati Night Market”, yang digelar di Lapangan Desa Tumpangkrasak, Senin (21/11) malam.
Menurut Kepala Desa Tumpangkrasak Sarjoko Saputro saat mendampingi Bupati Kudus Hartopo membuka Pasar Rakyat, dia mengklaim bahwa Jati Night market melibatkan sekitar 30 pelaku UMKM yang ikut memeriahkan gelaran Pasar Rakyat tersebut.
“Hadir pula sejumlah wahana permainan untuk keluarga selayaknya sebuah hiburann pasar malam, juga pada tiap malamnya aka dihibur dengan penampilan musik akustik, keronncong, Koesplusan serta pagelaran wayang kulit,” ucap Sarjoko, Senin (21/11) malam.
Ia menyampaikan, para pelaku usaha yang ada di desa sangat antusias untuk mengikuti kegiatan Pasar Rakyat tersebut. Mengingat, kegiatan ini mampu meningkatkan penjualan dari produk-produk UMKM.
“Sejumlah pelaku UMKM di desa mengaku terbantu dengan adanya kegiatan Pasar Rakyat ini. Pada event ini membantu untuk memperkenalkan produk UMKM yang ada di desa. Sehingga mampu meningkatkan penjualan para pelaku UMKM juga,” kata dia.
Menurutnya, para pelaku UMKM sangat senang dengan adanya kegiatan Jati Night Market atau Pasar Rakyat. Para pelaku UMKM bahkan menampilkan produk-produk terbaik mereka untuk dipasarkan dalam kegiatan Pasar Rakyat tersebut.
“Alhamdulillah para pelaku UMKM sangat antusias, mereka sangat senang dengan adanya kegiatan Pasar Rakyat ini,” ujarnya.
Sarjoko menyebutkan, pelaku UMKM yang ikut memeriahkan Jati Night Market berasal dari 14 desa yang ada di Kecamatan Jati. Para pelaku UMKM tersebut memasarkan produk unggulan dari desanya masing-masing.
“UMKM yang ikut dalam kegiatan ini itu berasal dari 14 desa yang ada di Kecamatan Jati. Totalnya sekitar 30 UMKM ikut membuka stand di Jati Night Market,” paparnya.
Jenis produk yang dihadirkan pun bermacam-macam. Diantaranya mulai dari UMKM di bidang kuliner, hiasan, kerajinan, miniatur, hingga produk daur ulang.
“Produk yang dipasarkan di kegiatan Pasar Rakyat ini bermacam-macam. Produk-produk itu merupakan unggulan dari masing-masing desa yang ada di Kecamatan Jati,” katanya.
Dia menyebut, produk unggulan UNKM yang dihadirkan oleh Desa Tumpangkrasak yakni miniatur bangunan dan kerajinan daur ulang. UMKM tersebut merupakan produk unggulan yang ada di Desa Tumpangkrasak.
“Kami punya produk unggulan berupa miniatur bangunan, kerajinan akrilik hingga sepatu dan sandal yang dihasilkan dari barang bekas,” tuturnya.
Pihaknya berharap, kegiatan Pasar Rakyat ini tidak berhenti disini saja. Melainkan ada program-program berkelanjutan lainnya yang mendukung pertumbuhan UMKM di Kabupaten Kudus.
“Harapannya ada kegiatan semacam ini dan ada pengembangan. Contohnya seperti program untuk promosi produk UMKM hingga ke daerah lain,” tukasnya.
Salah satu pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan Jati Night Market yakni Ferina dari Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati. Produk yang dipasarkannya dalam kesempatan ini yaitu kerajinan dari bahan akrilik, kerajinan daur ulang, minuman rempah hingga makanan ringan.
“Ada sekitar 20 jenis produk unggulan dari Desa Tumpangkrasak yang dipamerkan di acara Jati Night Market ini,” sebutnya.
Menurutnya, produk-produk tersebut merupakan produk unggulan dari Desa Tumpangkrasak. Khususnya kerajinan yang terbuat dari akrilik dan bahan bekas daur ulang. Dirinya pun mengaku terbantu dengan adanya acara Jati Night market atau Pasar Rakyat tersebut.
“Acara ini sangat bagus sekali. Sangat membantu kami para pengusaha UMKM untuk berkembang dan memasarkan produk. Terimakasih Pak Bupati sudah menyelenggarakan kegiatan ini,” ucapnya.(YM/YM)









